Amas menuturkan, dalam mediasi yang dilakukan, MUI meminta Aisyah menghentikan seluruh aktivitanya karena meresahkan warga.
Sebab, kata dia, sedikitnya terdapat lima ajaran Kerajaan Ubur-ubur yang dianggap menyimpang dari agama Islam.
Kelima ajaran terebut ialah:
- Siti Aisyah mengajarkan Nabi Muhammad SAW sebenarnya adalah perempuan dan lahir di Indonesia, bukan di jazirah Arab.
- Aisyah dan para pengikutnya meyakini Allah atau Tuhan tidak kekal, dan memunyai makam petilasan di Serang, Banten. Aisyah sendiri mengakui diri sebagai Allah.
- Aisyah mengajarkan Kakbah bukanlah kiblat beribadah atau salat. Kakbah hanya tempat pemujaan.
- Batu Hajar Aswad yang disucikan oleh umat Islam hakikatnya adalah simbolisasi alat kelamin perempuan.
- Siti Aisyah yang mengakui dirinya sebagai titisan Ratu Kidul menganjurkan pengikutnya agar mengimani Nyai Roro Kidul—ratu Pantai Selatan dalam mito masyarakat Jawa kuno.
”Tak hanya itu, mereka juga memunyai syahadat yang berbeda dengan Islam pada umumnya,” kata Amas.
Ia mengatakan, Kerajaan Ubur-ubur meresahkan, karena segala aktivitasnya mengatasnamakan Islam serta berdasarkan pada Alquran.
”Kalau seperti itu, Islam sudah ternodai,” tukasnya.
Pesan ke Erdogan dan Jokowi
Setelah memicu kehebohan, Aisyah semakin menjadi buah bibir karena menyebarkan video yang berisi pengakuannya sebagai rasul atau pelayan Tuhan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di dunia.
Bahkan, melalui videonya, Aisyah menyebar sejumlah pesan pernyataan kepada tokoh-tokoh seperti Presiden Jokowi maupun Presiden Turki Reccep Tayib Erdogan.
Baca Juga: Sibuk Jadi Timses Prabowo, Sekjen Berkarya Dapat Kejutan dari Keluarga
Pada salah satu videonya, Aisyah mengatakan dirinya adalah pemilik sah tanah Indonesia maupun dunia. Untuk membuktikan klaimnya, Aisyah mengatakan seluruh peninggalan kedigdayaannya ada di tanah Turki.
Karenanya, ia meminta Presiden Erdogan membuka rahasia profetik dirinya yang ada di Turki. Rahasianya tersebut, kata Aisyah, berada dalam kitab ”Sepuh Raja Galuh Galilea”.
”Aku mohon, Presiden Erdogan, kembalikanlah kitab kami, kitab para Raja Galuh Galilea, yang merupakan peninggalan rasul kepada kami. Tolonglah, kembalikan pedangku, rambutku, gigiku, dan kitabku. Semuanya, kembalikan kepada kami,” pintanya.
Sementara dalam video yang dibuatnya pada tanggal 20 Juni 2018, Aisyah mengakui dirinya sebagai rasul terakhir. Ia meminta Presiden Jokowi dan masyarakat mengakui statusnya sebagai rasul kalau tak mau terkena karma.
Aisyah, dalam video berdurasi 25 menit tersebut, merangkai sejumlah fakta sejarah untuk menjadi dasar status dirinya.
”Videoku khusus untuk Presiden Jokowi, beserta TNI/Polri, yang diberi mandat Bapak Soekarno untuk melindungi pewaris kunci Pancasila,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah