Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Bahkan, sejak beberapa bulan terakhir tangkapan ikan naik dua kali lipat, sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Andi Ahmad S
Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
Ilustrasi perahu nelayan berlayar di laut. (dok. Pexels/ El Jusuf)
Baca 10 detik
  • Nelayan pesisir Pandeglang tetap melaut mencari ikan meskipun Gunung Anak Krakatau berstatus siaga Level III.
  • Aktivitas penangkapan ikan dilakukan pukul 04.00 hingga 10.00 WIB dengan mematuhi radius aman lima kilometer.
  • Peningkatan tangkapan ikan hingga dua kali lipat berhasil menaikkan pendapatan ekonomi keluarga para nelayan.

SuaraBanten.id - Meski Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan aktivitas erupsinya, sejumlah nelayan pesisir Pandeglang, Banten, yang tersebar dari Pantai Labuan, Carita, Panimbang, hingga Sumur, tetap mantap melaut untuk mengais rezeki.

Bagi para nelayan, kondisi di laut saat ini masih tergolong aman untuk berlayar.

"Beberapa hari terakhir ini kami masih rutin menangkap ikan di laut. Kondisi cuaca di perairan relatif normal," ujar Sodikin, salah seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Pandeglang, Minggu.

‎Selama ini, tangkapan nelayan di pesisir Pandeglang relatif baik dan melimpah menyusul cuaca di perairan itu relatif normal. ‎Ketinggian gelombang diperkirakan 1,5 meter, sehingga nelayan merasa aman untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Baca Juga:Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Nelayan tradisional mulai melaut pukul 4.00 WIB dan kembali ke tempat pelelangan ikan (TPI) pukul 10.00 WIB.

‎Bahkan, sejak beberapa bulan terakhir tangkapan ikan naik dua kali lipat, sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.

‎"Kami sekarang bisa pulang membawa uang bersih sekitar Rp1,3 juta dari sebelumnya Rp400 ribu juga terkadang nihil," katanya.

Mulyadi , seorang nelayan TPI Carita mengatakan dirinya bersama puluhan nelayan lainnya melaut, meski aktivitas GAK yang berada di Perairan Selat Sunda dengan Perairan Lampung berstatus siaga Level III.

‎Namun, nelayan di sini mematuhi rekomendasi radius 5 kilometer dari erupsi GAK.

Baca Juga:Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

‎"Meski erupsi gunung, nelayan Perairan Banten bagian barat tetap melaut," ujarnya.

‎Menurut dia, populasi ikan pelagis di pesisir Pandeglang merupakan habitatnya dan menjadi andalan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

‎Jenis ikan pelagis besar itu, antara lain ikan tuna, cakalang, layur, tengiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol. ‎Sedangkan ikan pelagis kecil, di antaranya ikan layang, lemuru, kembung, tembang, selar, dan japuh.

‎Harga ikan pelagis besar dan kecil tergantung kualitas dengan harga bervariasi berkisar Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram.

‎"Kami merasa terbantu ekonomi keluarga dengan adanya peningkatan tangkapan ikan," ujarnya.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar mengatakan pihaknya minta nelayan yang melakukan aktivitas melaut agar tidak mendekati kawasan erupsi GAK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak