- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian tujuh jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari kedua, Rabu (9/9/2026).
- Komunikasi terakhir rombongan dengan titik koordinat di perairan Selat Sunda terputus pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.04 WIB.
- Enam unit kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah seluas 271 nautical mile dengan dukungan kondisi cuaca laut yang relatif cerah.
SuaraBanten.id - Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga sekitar 271 nautical mile atau mil laut.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah analisis SAR Map menunjukkan dugaan pergerakan lokasi pencarian mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Riski Dwiyanto, mengatakan Basarnas bersama TNI/Polri mengerahkan kekuatan penuh untuk menemukan rombongan yang berada di atas speedboat tersebut.
"Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," kata Riski di Pandeglang, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga:Gagal Temukan Titik Terang hingga Malam, Basarnas Perluas Area Pencarian Rombongan Wartawan
Enam Kapal Sisir Laut
Untuk mempercepat pencarian, sebanyak enam unit kapal dikerahkan dan dibagi dalam lima Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing SRU memiliki wilayah dan fokus penyisiran berbeda.
KN SAR Tual K melakukan pencarian dengan cakupan sekitar 68,3 nautical mile, sedangkan KAL Anyer milik Lanal Banten menyisir area sekitar 69,5 nautical mile.
Tim juga mengerahkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung dengan cakupan sekitar 67 nautical mile. Sementara RIB 02 Banten difokuskan menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Penyisiran di sekitar pulau-pulau kecil tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban maupun bagian speedboat terdampar atau terbawa arus ke wilayah tersebut.
Baca Juga:Kabar Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Sementara itu, KP Sanjay milik Polairud Polda Banten mendapat cakupan pencarian sekitar 67,3 nautical mile.
Dengan pengerahan kekuatan tersebut, tim SAR kini tidak hanya menyisir titik terakhir speedboat diketahui, tetapi memperluas pencarian berdasarkan perhitungan dan analisis posisi secara digital.
Kontak Terakhir Hanya Berselang 22 Menit
Rombongan jurnalis sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.
Komunikasi terakhir menjadi salah satu petunjuk penting dalam operasi pencarian.
Pada pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung. Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus.