- Kapal cepat pembawa tujuh jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin petang.
- Basarnas menghadapi kendala aktivitas Gunung Anak Krakatau yang aktif saat melakukan penyisiran lokasi.
- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban dan melanjutkan operasi lanjutan pada Rabu pagi.
SuaraBanten.id - Kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tim SAR gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga kini terus mengoptimalkan upaya penyisiran di lokasi kejadian.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas insiden ini. Ia memastikan proses pencarian akan dilanjutkan secara maksimal.
"Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin," ujar Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa malam.
Dia menjelaskan bahwa proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan tersendiri mengingat posisi kejadian berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus aktif dan fluktuatif.
Baca Juga:Kabar Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
"Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian," ujarnya.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Kepal Kantor SAR Banten Zainal Arifin mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai dengan 18.15 WIB tim yang bertugas menjangkau sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.
Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.
Baca Juga:5 Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, Pencarian Basarnas Banten Masih Nihil
"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata dia.
Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan. [Antara].