- Dindikbud Kota Serang meliburkan sekolah PAUD hingga SMP pada Senin, 7 September 2026, akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Kepala Dindikbud Ahmad Nuri menyatakan kegiatan belajar dialihkan secara daring demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.
- Orang tua diminta mengawasi anak agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mendampingi proses belajar dari rumah.
SuaraBanten.id - Buntut hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang meliburkan sekolah di tingkat PAUD/TK, SD dan SMP selama 1 hari pada hari Senin (7/9/2026) besok, dan menggantinya dengan proses belajar dari rumah.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penerapan kebijakan BDR (belajar dari rumah) diambil untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta warga sekolah.
"Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di lingkungan Dindikbud Kota Serang dialihkan sementara untuk melaksanakan proses PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau BDR (Belajar Dari Rumah) selama 1 hari pada Senin 7 September 2026," kata Ahmad Nuri, Minggu (6/9/2026).
Ahmad Nuri mengaku, pelaksanaan proses belajar dari rumah ada kemungkinan diperpanjang berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan, terutama berkaitan dengan kualitas udara dan arah sebaran abu vulkanik.
Baca Juga:Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Pandeglang, Mata Perih Hingga Lidah Terasa Berpasir
"Dindikbud Kota Serang secara berkala terus berkoordinasi, meminta pertimbangan teknis Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Serang terkait perkembangan indeks kualitas udara serta arah sebaran abu vulkanik guna menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya," ungkapnya.
Untuk itu, Nuri meminta kepada seluruh satuan pendidikan agar memanfaatkan sarana pembelajaran digital yang tersedia dan memastikan kegiatan belajar mengajar jarak jauh tetap berjalan secara bermakna, aktif dan terarah.
"Memastikan jalannya kegiatan pembelajaran jarak jauh tetap bermakna, aktif dan terarah. Dengan memanfaatkan ekosistem digitalisasi pembelajaran seperti portal LMS, google classroom atau media daring resmi sekolah," ucap Ahmad Nuri.
"Melakukan pemantauan langsung terhadap keterlaksanaan proses belajar mengajar serta kehadiran pendidik dan peserta didik secara daring," imbuhnya.
Dengan tegas, Ahmad Nuri meminta kepada seluruh satuan pendidikan untuk memberikan laporan pelaksanaan belajar jarak jauh secara berkala kepada Dindikbud Kota Serang melalui pengawas pembina dan bidang pembinaan masing-masing.
Baca Juga:Awas Rusak Permanen! Jangan Tunda Bersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan
"Agar menyampaikan laporan berkala keterlaksanaan PJJ kepada kepala dinas melalui koordinasi pengawas pembina serta pembinaan di Dindikbud Kota Serang," tutur Ahmad Nuri.
Selain itu, Ahmad Nuri meminta kepada seluruh orang tua agar melakukan pengawasan dengan mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung supaya terhindar dari gangguan kesehatan.
Lanjut Ahmad Nuri, orang tua diminta turut berperan dalam memberikan pendampingan, pengawasan dan bimbingan aktif kepada anak-anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh.
"Kurangi aktivitas putra-putrinya di luar ruangan agar terhindar dari papaean abu vulkanik secara lagi. Serta memakaikan masker standar medis apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan," ucapnya.
"Orang tua diminta melakukan pendampingan, pengawasan dan bimbingan secara aktif terhadap putra-putrinya selama proses belajar di rumah," tandas Ahmad Nuri.
Kontributor : Yandi Sofyan