Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh

Menurut Hasto, filosofi akar rumput membentuk karakter perjuangan partai untuk terus bergerak bersama rakyat kecil dalam menjalankan politik.

Andi Ahmad S
Senin, 27 Juli 2026 | 15:41 WIB
Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu (26/7/2026). [Suara.com/Novian Ardiansyah]
Baca 10 detik
  • Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memperingati 30 tahun peristiwa Kudatuli pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Peringatan tersebut merefleksikan ketahanan politik rakyat melalui filosofi akar rumput yang digambarkan tidak akan pernah musnah.
  • Rangkaian acara diisi pementasan teatrikal penyerbuan kantor DPP PDI, ruwatan kebangsaan, dan pembacaan puisi oleh Butet Kartaredjasa.

SuaraBanten.id - Peringatan 30 tahun peristiwa Kelabu 27 Juli (Kudatuli) menjadi momentum menegaskan kembali daya tahan politik rakyat.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengibaratkan kekuatan rakyat bak akar rumput yang tak akan pernah bisa dimusnahkan oleh tekanan kekuasaan sekuat apa pun.

"Rumput boleh dibabat, diinjak, bahkan dibakar sampai tanahnya menghitam. Namun akarnya tetap tertanam di dalam tanah. Begitu tersiram air hujan, ia akan kembali tumbuh - bahkan lebih lebat dari sebelumnya," ujar Hasto, dilansir dari Antara, Senin (27/7/2026).

Menurut Hasto, filosofi akar rumput membentuk karakter perjuangan partai untuk terus bergerak bersama rakyat kecil dalam menjalankan politik.

Baca Juga:Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli juga diisi dengan pementasan teatrikal yang menggambarkan penyerbuan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 oleh massa PDI kubu Soerjadi yang didukung rezim Orde Baru terhadap pendukung Megawati Soekarnoputri.

Setelah pementasan, acara dilanjutkan dengan prosesi ruwatan kebangsaan yang dipimpin masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Banten Kidul.

Ruwatan tersebut digelar sebagai simbol pembersihan batin, merawat ingatan kolektif, sekaligus mendoakan para korban yang meninggal dalam peristiwa tersebut.

Prosesi kemudian ditutup dengan pertunjukan seni tradisional Ngarengkong yang dipersembahkan masyarakat adat Kasepuhan Cilebang.

Pada puncak acara, seniman Butet Kartaredjasa membacakan puisi berjudul "Melawan dan Berjuang".

Baca Juga:Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini