- Basarnas mengerahkan helikopter dan 11 kapal untuk mencari delapan orang korban yang hilang kontak sejak Senin.
- Pencarian korban yang meliputi lima jurnalis, satu pemandu wisata, dan dua ABK tersebut diperluas menjadi enam sektor.
- Hingga Kamis malam, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban di sekitar Selat Sunda.
SuaraBanten.id - Basarnas terjunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, helikopter sempat memasuki areal Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda di hari ketiga atau Kamis (10/9/2026). Namun, kondisi cuaca yang kurang baik membuat pengamatan jalur udara berjalan tidak maksimal.
"Kalau kita lihat judulnya asap, tapi asap ini masih memungkinkan adanya karena asap kebakaran atau misalkan abu vulkanik, khusus yang ada di ketinggian 1.500 ke bawah," kata Syafii di posko pencarian di Dermaga Marina, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Syaffi mengaku turut serta dalam proses pemantauan para korban melalui jalur udara, namun belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK yang dinyatakan hilang sejak Senin (7/9/2026) lalu.
Baca Juga:Gelisah Tak Bisa Tidur, Ungkapan Hati Keluarga Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
"Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat. Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan 6 sektor yang ada di lapangan, dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan," ujarnya.
Selain itu, diungkapkan Syafii, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian di hari ketiga, terdiri dari kapal perang TNI AL, kapal milik Polairud, kapal milik Basarnas dan kapal dari tim SAR lain dengan melibatkan 300 personel.
Bahkan lanjut Syafii, areal pencarian para korban turut diperluas menjadi 6 sektor di wilayah Pulau Sertung, Gunung Anak Krakatau, Krakatau Besar, Krakatau Kecil, Pulau Sebesi hingga Pulau Panaitan.
"Karena itu, saya yakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera menemukan korban dan bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat," kata Syafii.
Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 19.20 WIB, belum ada kabar atau titik terang keberadaan para korban hilang usai bertolak menuju Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca Juga:Bawa 5 Jurnalis Liputan Krakatau, Pemilik Sebut Kapal Hilang Kontak Layak Berlayar
Kontributor : Yandi Sofyan