- Pemilik kapal Sandi Wyasa menyatakan kapal Arupadhatu 1 layak jalan karena baru selesai perawatan di Pandeglang.
- Kapal yang membawa lima jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan Pandeglang menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin.
- Delapan orang terdiri dari jurnalis, pemandu wisata, dan ABK dinyatakan hilang sejak Selasa di perairan tersebut.
SuaraBanten.id - Pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi Wyasa, menegaskan bahwa kapal yang ditumpangi lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dalam kondisi sangat layak jalan. Ia mengungkapkan, kapal armada tersebut baru saja selesai menjalani perawatan (docking) di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Selain fisik kapal yang prima, Sandi juga menjelaskan bahwa Arupadhatu 1 dibekali mesin ganda (double engine). Sistem ini dirancang untuk meminimalisasi risiko kapal mati mesin hingga terbawa arus di perairan.
"Kapal itu baru selesai docking di Ujung Kulon sebelum berangkat. Kami juga pakai double engine, jadi kalaupun ada kerusakan, kemungkinan besar hanya satu mesin yang mati dan satu mesin lainnya tetap bisa diandalkan," ujar Sandi, Kamis (10/9/2026).
"Pengalaman kita enggak semuanya mati, gitu," imbuhnya.
Baca Juga:Jejak Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian ke Utara Anak Krakatau
Selain itu, Sandi pun meragukan jika hilangnya para penumpang kapal Arupadhatu 1 miliknya disebabkan kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Sebab kapten kapal dianggap memiliki pengalaman panjang membawa trip ke Gunung Anak Krakatau.
"Kalau misalnya kita dari bensin, kapten kita itu sudah puluhan tahun pegang boat. Dia sudah menghitung antara kebutuhan bensin. Kemungkinan itu ada juga, cuma kecil," ujarnya.
Sandi mengaku, sampai saat ini dirinya masih enggan berspekulasi terkait penyebab hilangnya para penumpang kapal Arupadhatu 1 miliknya lantaran masih menunggu informasi dari Tim SAR gabungan.
Kendati begitu, Sandi menyampaikan, kapal Arupadhatu 1 sudah dibekali dengan pelampung untuk masing-masing penumpangnya sebagai upaya penyelamatan pertama bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Life jacket atau pelampung ada (di kapal). Saya enggak bisa menduga ya (penyebab hilang). Mudah-mudahan mereka selamat, ya ditemukan dengan selamat, sehat, aamiin," tandasnya.
Baca Juga:Tak Hanya SAR, Warga Pesisir Carita Ikut Sisir Laut Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Sekedar informasi, sebelum dinyatakan hilang pada Selasa (8/9/2026), sebanyak 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK kapal Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9/2026) dengan tujuan melakukan peliputan di areal Gunung Anak Krakatau.
Kontributor : Yandi Sofyan