- Ribuan warga Cilegon melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Nurul Ikhlas pada Sabtu, 21 Maret 2026.
- Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan permohonan maaf publik dan menekankan pentingnya mempererat persaudaraan pasca Ramadan.
- Khotib K.H. Ahmad Slamet Ibnu Syam menegaskan Idul Fitri adalah hadiah kebersihan hati, bukan sekadar berakhirnya puasa.
SuaraBanten.id - Ribuan masyrakat Kota Cilegon memadati Masjid Agung Nurul Ikhlas atau Masjid Agung Cilegon, Sabtu 21 Maret 2026 untuk menjalankan Sholat Idul Fitri 1447 H.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cilegon Robinsar juga sholat di tempat yang sama. Sholat sunnah di hari yang fitri itu diimami oleh Ustadz Roy Rizal Fikri, Khotib K.H. Ahmad Slamet Ibnu Syam, serta Bilal Ustadz Ibrohim.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengucapkan selamat 'Hari Raya Idul Fitri' sekaligus meminta maaf pada masyarakat Kota Cilegon selaku kota yang kini tengah ia pimpin.
"Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, kita telah berupaya menjunjung tinggi nilai-nilai Islam hingga akhirnya sampai pada hari kemenangan," kata politisi Partai Golkar itu.
Baca Juga:Habis Kerja Langsung Packing! Cerita Pemudik Asal Bekasi yang Pilih Gas Poll ke Sumatera
Menurutnya, Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperbaiki hubungan sosial, serta menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
"Kami juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Cilegon. Semoga kemenangan ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan semakin mempererat ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, K.H. Ahmad Slamet Ibnu Syam dalam khutbahnya mengungkapkan Idul Fitri merupakan hadiah istimewa dari Allah SWT bagi umat Islam yang telah menjalani proses spiritual selama bulan Ramadan.
"Kemenangan sejati bukan diukur dari berakhirnya puasa, melainkan dari perubahan hati dan perilaku setelah Ramadan berlalu," paparnya dihadapan ribuan jamaah.
"Idul Fitri adalah hadiah dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menjalani Ramadan. Hadiah itu bukan berupa materi, tetapi hati yang kembali suci, jiwa yang lebih sabar, serta keimanan yang semakin kuat," jelasnya.
Baca Juga:Ratusan Sekolah di Cilegon Rusak, Robinsar-Fajar Target Perbaikan Rampung Dalam 4 Tahun
Ahmad Slamet Ibnu Syam juga mengingatkan jamaah agar nilai-nilai Ramadan tidak berhenti setelah bulan suci usai.
"Konsistensi dalam ibadah, kepedulian sosial, serta kemampuan menahan diri dari perbuatan buruk menjadi tanda diterimanya amal seseorang. Jika setelah Ramadan kita kembali pada kebiasaan lama, maka kita perlu bertanya apakah Ramadan benar-benar meninggalkan bekas dalam diri kita. Idul Fitri adalah titik awal untuk menjaga istiqamah," tegasnya.
Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri, Wali Kota Cilegon Robinsar melanjutkan agenda dengan menggelar kegiatan Open House di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.
Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat sebagai ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan warga dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.