Drama Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS, Terpeleset Saat Satroni Rumah Mewah

Diceritakan Dede Rohana, pelaku sempat kedapatan mencuri di rumah saudaranya saat rumah dalam keadaan sepi lantaran hampir di setiap akhir pekan pemilik rumah beserta keluarga

Andi Ahmad S
Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:24 WIB
Drama Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS, Terpeleset Saat Satroni Rumah Mewah
Ilustrasi Garis Polisi Lokasi Pembunuhan Anak Politisi PKS. (ANTARA/Vicki Febrianto.)
Baca 10 detik
  • Pelaku pembunuhan anak politisi PKS Cilegon akhirnya berhasil ditangkap polisi saat sedang melakukan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD yang sedang ditinggal kosong oleh pemiliknya tersebut.

  • Penangkapan berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol mainan kepada warga sebelum akhirnya terjatuh. Identitas pelaku diketahui sebagai karyawan perusahaan swasta besar yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian perkara.

  • Kasus pembunuhan Axel terungkap setelah polisi melakukan pengembangan terhadap tersangka pencurian berinisial AH. Pelaku yang diduga spesialis rumah kosong ini ternyata memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa tragis di komplek BBS.

SuaraBanten.id - Pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axel Herman Miller (9) yang merupakan anak dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon ditangkap saat sedang mencuri di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon pada Jumat (2/1/2026) siang.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra selaku saudara Roisyudin, saat itu dirinyanya tidak mengetahui bahwa pelaku pencurian yang ditangkap di rumah saudaranya itu merupakan pelaku pembunuhan anak politisi PKS lantaran sempat mengira hanya pelaku pencurian biasa.

"Iya ditangkap di rumah saudara saya. Kita ga tau kalau itu masih ada kaitan dengan kasus di BBS, kita baru tau itu pas malamnya. Pas kita telpon polisi ternyata hasil pengembangannya itu ada keterkaitan dengan kasus yang di BBS," kata Dede Rohana dihubungi melalui telepon, Sabtu (3/1/2026).

Diceritakan Dede Rohana, pelaku sempat kedapatan mencuri di rumah saudaranya saat rumah dalam keadaan sepi lantaran hampir di setiap akhir pekan pemilik rumah beserta keluarganya berada di BSD, Tangerang Selatan. Aksi pencurian pelaku pun sempat terekam kamera CCTV di rumah tersebut dan sudah dilaporkan ke Polsek Cilegon.

Baca Juga:Hujan Tak Berhenti, Puluhan Lansia dan Warga Sakit di Kasemen Dievakuasi Menggunakan Perahu Karet

"Awalnya hari Minggu (28/12/2025) itu dia kemalingan, yang hilang perhiasan sama brankas udah ada di luar rumah, dibawa pakai kursi roda, tapi belum sempat keambil, ditinggalin. Itu hari Minggu siang. Soalnya setiap Jumat, Sabtu, Minggu itu rumah kosong ditinggal ke BSD karena punya rumah juga di BSD," terang Dede Rohana.

"Pas diputar CCTV keliatan orangnya, tapi ga jelas. Dan itu sudah bikin laporan ke Polsek Cilegon," imbuhnya.

Namun kata Dede Rohana, pelaku diduga penasaran dengan brankas yang belum sempat dicuri sehingga nekat kembali menyatroni rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon tersebut untuk kedua kalinya di hari Jumat (2/1/2026) siang.

Menurut Dede Rohana, pelaku diduga kuat sudah mengetahui kondisi rumah saudaranya yang kerap ditinggal di setiap akhir pekan, terlebih saat itu saudaranya tengah pergi ke luar kota dalam rangka menikmati libur tahun baru.

"Karena tahun baru, rumah sepi lagi. Nah pas Jumat (2/1) siang itu kebetulan ada ART di rumah. Dan si pelaku ini ngelanjutin lagi karena sebelumnya belum kebongkar brankas. Karena dia sampai bawa pemanas gembok segala, kayaknya penasaran pengen ngebongkar brankas," katanya.

Baca Juga:JLS Cilegon Jadi Sungai, Satu Mobil Sedan Hanyut Terbawa Arus Banjir Bandang

Disampaikan Dede Rohana, aksi pelaku sempat dipergoki oleh ART yang tengah bersih-bersih sehingga membuat pelaku panik dan mencoba melarikan diri, namun nahasnya pelaku terpeleset tangga yang membuatnya terluka sehingga tidak bisa kabur dan lebih memilih bersembunyi di dalam rumah.

Kemudian lanjut Dede Rohana, ART pun langsung menelepon pemilik rumah untuk meminta pertolongan. Dikarenakan pemilik rumah tengah berada di luar kota, maka pemilik rumah pun menghubungi warga sekitar dan polisi untuk memberi tahukan soal peristiwa tersebut.

"Pas di dalam rumah itu dia udah pegang kunci kamar, dan ketahuan sama ART yang lagi bersih-bersih. Dan menjerit si ART itu, dia (pelaku) lari. Karena posisi rumah agak berbukit jadi ada tangga-tangga, nah kayaknya dia kepleset dan jatuh, terus ga bisa keluar, jadi dia ngumpet di dalam rumah, mungkin ada lecet kepentok tangga," jelasnya.

"ART minta tolong terus nelpon saudara saya yang lagi liburan ke luar kota, terus saudara saya nelpon warga, karyawannya termasuk polisi juga. Ga kana pasukan Brimob langsung datang, mungkin mereka (polisi) lagi siaga karena kasus BBS belum beres, belum ketemu pelakunya," imbuh Dede Rohana.

Diakui Dede, proses penangkapan sempat berlangsung cukup dramatis lantaran pelaku mencoba menodongkan benda berbentuk pistol sehingga membuat warga dan polisi tidak berani untuk langsung menangkap. Namun diketahui kalau pistol yang dibawa pelaku merupakan sebuah korek api berbentuk pistol.

"Si pelaku ini bawa pistol, warga ga berani langsung nangkap karena takut ditembak, ternyata setelah ditangkap itu pistol mainan, pistol gas. Jadi dia bawa pistol mainan, bawa alat pemanas gembok. Saat itu kita belum ngeuh kalau dia ada keterkaitan dengan kasus BBS," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak