10 Ciri Anak Mengalami Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Speech delay adalah kondisi keterlambatan bicara pada anak. Kenali 10 ciri & penyebabnya, seperti kurangnya kosakata, sulit memahami perintah, atau gangguan pendengaran.

Bella
Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:18 WIB
10 Ciri Anak Mengalami Speech Delay dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi anak-anak [pexels/Pavel Danilyuk]

7. Tidak Ada Kemajuan Dalam Berbicara dari Bulan ke Bulan

Kemajuan bicara biasanya berlangsung secara bertahap. Jika perkembangan terasa stagnan atau tidak ada kata baru dalam beberapa bulan, konsultasikan dengan ahli.

8. Terlalu Sering Menggunakan Isyarat Dibanding Kata

Jika anak lebih sering menunjuk atau menarik tangan orang tua untuk menunjukkan keinginannya ketimbang berbicara, ini juga menjadi indikator speech delay.

9. Sering Frustrasi Saat Berkomunikasi

Anak yang kesulitan menyampaikan sesuatu secara verbal sering menunjukkan rasa frustrasi, seperti tantrum karena orang tua tidak memahami maksudnya.

10. Kesulitan Ditangkap oleh Orang Lain

Jika di usia 3 tahun, hanya orang tua yang bisa memahami perkataan anak, sementara orang lain kesulitan mengerti, ini bisa jadi ciri kemampuan bicaranya belum berkembang sesuai usia.

Baca Juga:ASN Kemenag Banten Cabuli Anak Tiri Ditangkap, Sempat Melawan Pakai Golok Saat Diamankan

Penyebab Umum Speech Delay

Beberapa penyebab umum speech delay antara lain:

  • Gangguan pendengaran
  • Keterlambatan perkembangan umum
  • Gangguan spektrum autisme
  • Kurangnya stimulasi bahasa di lingkungan
  • Masalah anatomi seperti gangguan otot mulut (oral-motor disorder)

Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak

1. Konsultasi ke Dokter Anak atau Terapis Wicara

Langkah pertama dan terpenting adalah evaluasi oleh dokter anak dan dirujuk ke terapis wicara jika diperlukan. Diagnosa profesional sangat penting.

2. Terapi Wicara Rutin

Terapi wicara yang dilakukan secara berkala dan intensif terbukti sangat efektif dalam membantu anak mengejar ketertinggalan dalam berbicara.

Baca Juga:Kesal Bocah Masuk Mobil, Pemuda di Tangerang Tega Sundut Rokok ke Anak 9 Tahun

3. Interaksi Aktif dengan Anak

Banyak berbicara dengan anak, membaca buku bersama, atau menyanyikan lagu anak-anak membantu menstimulasi perkembangan bahasanya.

4. Batasi Waktu Layar

Terlalu banyak screen time (TV, tablet, smartphone) dapat menghambat kemampuan bicara karena anak lebih menjadi pendengar pasif daripada aktif berkomunikasi.

5. Berikan Respons Positif

Setiap kali anak mencoba berbicara, berikan respon positif agar ia merasa percaya diri dan terus mencoba mengembangkan kemampuannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini