"Juga kayak kemarin kaya bawang merah kasihan sekali yang musim sebelumnya bulan September Rp 18 ribu, tetapi dijual hanya Rp 8 ribu. Jadi, ruginya banyak banget," katanya.
"Tetapi ketika harga tinggi mereka untung, tetapi konsumennya kasihan. Jadi dua duanya harus saling menguntungkan. Kalau harga stabil inshaallah akan menguntungkan juga," imbuhnya.
Diketahui, Atikoh melakukan blusukan di Pasar Rau mulai pukul 07.50 WIB dan langsung mendatangi para pedagang yang menjajakan dagangan.
Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu misalnya sempat mendatangi pedagang cabai dan berdialog mengetahui harga bahan pokok tersebut.
Baca Juga:5 Anggota DPRD Cilegon di-PAW, Fraksi Partai Pengusung Wali Kota Cilegon Diganti Total
"Ini cabai sekarang harga berapa per kilo?," tanya Atikoh.
"Sekarang Rp100 ribu perkilonya bu," jawab di pedang cabai.
Atikoh lantas mengatakan harga cabai di Pasar Rau berbeda dari tempat lain yang dikunjungi wanita kelahiran Jawa Tengah itu sebelumnya.
Sebab, kata dia, harga cabai di sebuah pasar di Yogyakarta yang sedang tinggi mencapai Rp 130 ribu per kilogram.
"Kemarin (harga) bisa sampai Rp130 ribu per kilo," kata Atikoh. (ANTARA)
Baca Juga:PJ Gubernur Banten Sampaikan Aspirasi Buruh Soal UMK ke Kemenaker