Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Perjuangan Nyimas Gamparan, Panglima Perempuan Banten yang Membuat Belanda Keok

Hairul Alwan Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:03 WIB

Kisah Perjuangan Nyimas Gamparan, Panglima Perempuan Banten yang Membuat Belanda Keok
Petilasan Nyimas Gamparan di TanjungSari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. [tanjungsari-pabuaran.desa.id]

Nyimas Gamparan yakni salah satu pahlawan perempuan Banten yang menjadi panglima perang perempuan Banten yang memimpin perang di sekitar Cikande.

SuaraBanten.id - Pada momen Hari Ulang Tahun atau HUT ke-77 Republik Indonesia, ada baiknya kita mengenang jasa pahlawan di Banten. Salaah satu tokoh yang berjuang di Serang, Banten yakni Nyimas Gamparan.

Nama Nyimas Gamparan mungkin masih terbilang asing di telinga warga Banten. Namun, kiprahnya dalam melawan penjajah patut dikenang.

Diketahui, Nyimas Gamparan yakni salah satu pahlawan perempuan Banten yang menjadi panglima perang perempuan Banten yang memimpin perang di sekitar Cikande.

Nyimas Gamparan yang berada di depan pasukan perang diceritakan menggebu-gebu melawan Belanda di medan perang kala itu.

Baca Juga: Warga Pandeglang buat Lomba Selfie di Jalan Rusak saat HUT ke-77 Republik Indonesia, Kritik Pemerintah?

Saat Belanda menerapkan aturan tanam paksa, Nyimas Gamparan melawan aturan tersebut dan mengumandangkan genderang perang.

Petilasan Nyimas Gamparan di TanjungSari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. [tanjungsari-pabuaran.desa.id]
Petilasan Nyimas Gamparan di TanjungSari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. [tanjungsari-pabuaran.desa.id]

Belanda yang saat itu hampir keok oleh pasukan Nyimas Gamparan malah mengadu domba rakyat. Karena itu, persembunyian Nyimas Gamparan diketahui dan dikepung pasukan penjajah.

Nyimas Gamparan, merupakan pahlawan wanita Banten yang dengan gagah berani turun ke medan perang melawan penjajahan kolonial Belanda.

Ia menjadi panglima perang, dan kumandangkan genderang perang kepada kolonial Belanda pada saat perang Cikande pada tahun 1830 an. Saat itu pemerintah Belanda melakukan tanam paksa kepada masyarakat sekitar.

Salah satu pahlawan perempuan Banten itu, tidak terima dengan aturan tanam paksa yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial Belanda kepada masyarakat Cikande dan sekitarnya.

Baca Juga: Turun ke Sungai, Pemuda di Sukadiri Serang Kibarkan Bendera Merah Putih 50 Meter di Sungai Kawasan Kesultanan Banten

Tidak ada kata yang pantas bagi Nyimas Gamparan ucapkan selain menabuh genderang perang melawan para penjajah di tanah jawara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait