Satu Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Dinkes Cilegon: Kalo Ngandelin Fogging Enggak Akan Selesai

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon, sepanjang Januari hingga Juni 2022 jumlah kumulatif kasus DBD di Kota Cilegon dilaporkan mencapai 274 kasus.

Andi Ahmad S
Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:23 WIB
Satu Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Dinkes Cilegon: Kalo Ngandelin Fogging Enggak Akan Selesai
Pencegahan DBD [antara]

SuaraBanten.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cilegon semakin melonjak naik sejak awal tahun 2022. Bahkan, telah tercatat 1 pasien meninggal dunia karena demam berdarah.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon, sepanjang Januari hingga Juni 2022 jumlah kumulatif kasus DBD di Kota Cilegon dilaporkan mencapai 274 kasus.

Diantaranya, 45 kasus di Kecamatan Jombang, 43 kasus di Kecamatan Cibeber, 33 kasus di Kecamatan Pulomerak, 31 kasus di Kecamatan Grogol, 28 kasus di Kecamatan Cilegon, 25 kasus di Kecamatan Ciwandan, 21 kasus di Kecamatan Purwakarta, sedangkan untuk Kecamatan Citangkil terbagi 2 wilayah terdapat 21 kasus dan 24 kasus.

Sementara di tahun 2021 hanya mencapai 192 kasus demam berdarah, artinya telah terjadi peningkatan sebanyak 82 kasus di pertengahan tahun 2022.

Baca Juga:Beberapa Cara Konsumsi Kopi yang Bisa Memperpendek Usia

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Cilegon, dr Sri Rezeki menyampaikan bahwa dilaporkan setidaknya 274 kasus DBD di Cilegon. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah nyamuk aedes aegypti.

"Kalo DBD inikan penyakitnya berbasis lingkungan, penyakit yang bersumber dari binatang, penyebabnya pasti karena nyamuk aedes aygepti nya banyak, Dia (nyamuk) menggigit pasien," kata dr Sri Rezeki saat dikonfirmasi, Jumat (29/7/2022).

Lebih lanjut, bahwa temuan insidence rate DBD atau jumlah kasus DBD di Kota Cilegon tertinggi di Kecamatan Jombang dan Cibeber. Karena itu, Ia sangat menekankan pada masyarakat pentingnya pecegahan pertama atau PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

"Jadi, selama kita tidak melakukan PNS penyakit ini akan ada terus, selama kita tidak menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, jadi minta tolong ya tekankan yang diutamakan adalah pemberantasan sarang nyamuk, baik yang di dalam rumah maupun luar rumah," ucapnya seraya berpesan pada masyarakat.

Menurutnya, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan, siklus usia nyamuk terjadi kurang lebih selama sepuluh hari.

Baca Juga:Hasil Penelitian: Anak-Anak Transgender 3 Kali Lebih Berisiko Alami Masalah Kesehatan Mental

"Artinya, kalo yang dibunuh cuma nyamuk dewasa, jentiknya kan masih ada, dia (Nyamuk) akan tumbuh dan berkembang biak lagi," ungkapnya.

"Jadi yang utama PNS, ini yang susah sekali merubah pola pikir masyarakat, supaya mereka berpikiran ketika ada DBD langsung bersih bersih lingkungan, jangan sampai ada jentik di rumahnya atau di halamannya, gitu ya," ucapnya menekankan.

Ia juga berpesan, jika ada masyarakat yang mendapati gejala DBD harus langsung dibawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat. Pasalnya, itu dilalukan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

"Kadang kadang kan ada demam, tapi engga dibawa kerumah sakit, jadi dateng ke rumah sakit terlambat, istilahnya udah ada pendarahan, sehingga ada yang meninggal seperti itu," ujarnya.

"Sebenarnya kalo merasa ada keluhan demam, lebih dari 3 hari itu harus sudah periksa laboratorium, cek darah, segera dibawa ke puskesmas," sambungnya.

"Pokoknya yang paling utama yang paling penting itu pemberantasan sarang nyamuk, kalo engga ada nyamuk insyaallah kita bisa terhindar dari DPD, kalo ngandelin fogging engga akan selesai selesai," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak