facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kenaikan Kasus Omicron Cepat dan Tinggi, Menkes : Tidak Usah Panik

Hairul Alwan Senin, 17 Januari 2022 | 12:15 WIB

Kenaikan Kasus Omicron Cepat dan Tinggi, Menkes : Tidak Usah Panik
Menkes Budi Gunadi Sadikin. [Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden]

Menurut Budi, tingkat keparahan varian Omicron ditemukan rendah jika dibandingkan dengan varian Delta, berdasarkan situasi di sejumlah negara yang berbeda.

SuaraBanten.id - Jika dalam beberapa waktu ke depan terjadi kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron yang melonjak secara cepat dan tinggi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik.

Menurut Budi, tingkat keparahan varian Omicron ditemukan rendah jika dibandingkan dengan varian Delta, berdasarkan situasi di sejumlah negara yang berbeda.

“Bahwa hospitalisassi antara 30 persen sampai 40 dari hospitalisasi (varian) Delta,jadi walaupun kenaikan lebih cepat dan tinggi, tapi hospitalisasi lebih rendah,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Minggu, 16 Januari 2022.

Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]
Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]

Budi meminta agar seluruh masyarakat jika nanti ada kenaikan jumlah kasus yang cepat untuk tidak panik dan tetap waspada.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kembali Mendatangkan Enam Juta Vaksin Covid-19, Beli Langsung dari Sinovac

“Sehingga minta tolong dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh rakyat, bahwa nanti kalau ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak, tidak usah panik, kita terus waspada, kita monitor ketat hospitalisasi,” imbuhnya.

Budi juga menyampaikan sebagian besar pasien yang dirawat telah dinyatakan sembuh dari ratusan kasis Omicron di Indonesia. Selain itu, kata Budi, hanya sedikit pasien yang membutuhkan bantuan oksigen dalam perawatannya.

“Dari 500 omicron yang dirawat di rumah sakit, yang pulang sudah 300-an dan yang butuh oksigen hanya 3, itu pun masuk kategori ringan, jadi tidak perlu sampai ventilator, masih oksigen biasa. Dari 3 yang diberikan oksigen, dua diantaranya sudah sembuh dan pulang,” ujarnya.

Sebelumnya, puncak kasus virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia diprediksi oleh Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan akan terjadi pada ppertengahan Februari hinga awal Maret 2022.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan . ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi/aa.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan . ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi/aa.

Dia berkaca pada pengalaman negara lain, termasuk Inggris dan Afrika Selatan yang telah melewati puncak kasus omicron. Luhut mengatakan, bukan tidak mungkin gelombang Covid-19 varian Omicron terjadi di Indonesia mengingat ada peningkatan kasus beberapa waktu terakhir, apalagi hal tersebut telah terjadi lebih dahulu di sejumlah negara.

Baca Juga: Positif COVID-19 Tapi Tidak Bergejala, Tenaga Kesehatan di Ceko Tetap Boleh Masuk Kerja

“Berdasarkan data ulang telah kami amati, berangkat dari kasus Covid-19 di Afrika Selata, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret,” kata Luhut dalam jumpa pers daring, Minggu, 16 Januari 2022.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait