facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muslim yang Ingin Ucapkan Selamat Natal, Simak Tips Ustaz Adi Hidayat

Hairul Alwan Minggu, 26 Desember 2021 | 05:27 WIB

Muslim yang Ingin Ucapkan Selamat Natal, Simak Tips Ustaz Adi Hidayat
Ilustrasi Natal [shutterstock]

Sebagian ulama membolehkan, seperti misalnya Quraish Shihab, tetapi sebagiannya pula justru sebaliknya.

SuaraBanten.id - Hari Natal pada 25 Desember 2021, umat Kristiani tengah bersukacita merayakannya. Namun, yang kerap menjadi perhatian adalah ucapan ‘Selamat Natal’ dari seorang muslim, apakah boleh atau tidak?

Sebagian ulama membolehkan, seperti misalnya Quraish Shihab, tetapi sebagiannya pula justru sebaliknya.

Nah, ketimbang bingung, bagi muslim tapi ingin mengucapkan ‘Selamat Natal’, ada baiknya ikuti ‘tips’ dari Ustaz Adi Hidayat berikut ini. Kata Ustaz Adi Hidayat, jika ingin aman mengucapkannya ke teman atau kolega yang Nasrani, maka bisa menggunakan kalimat yang umum saja.

Ilustrasi Natal [shutterstock]
Ilustrasi Natal [shutterstock]

Trik ini berlaku khusus, misalnya Muslim berada di sebuah wilayah atau komunitas yang minoritas, sedangkan mayoritas belum paham soal hukum Muslim mengucapkan Natal.

Baca Juga: Potret Perayaan Natal dari Penjuru Dunia

“Boleh mengatakan kalimat tak langsung yang berhubungan dengan konteks ibadahnya. Kalau kata ulama, langsung sampaikan dengan kalimat umum, ‘selamat ya’, kita tak langsung mengambil kalimat yang spesifik pengucapan terkait ibadahnya,” tuturnya.

Khusus untuk pejabat publik, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa mereka memang justru harus mengucapkan Selamat Natal untuk memastikan bersikap adil ke semua golongan masyarakat.

Salah satu hukum atau dasar muslim boleh mengucapkan Selamat Natal adalah Surat Al Mumtahanah ayat 8-9. Pada saat ini, jelas Ustaz Adi Hidayat, Allah tidak melarang muslim berbuat baik terhadap orang non muslim yang tidak memerangi dan menyakiti Muslim.

“Misalnya Menteri Agama kan harus berinteraksi sosial, maka dalam konteks ini boleh mengucapkan ‘Selamat Natal’, tapi dengan membawa serta menyertakan jabatannya, bukan menyertakan pribadinya. Itu ranah muamalah keduniawian, ini tak dibatasi soal akidah,” pungkasnya.

Baca Juga: Ada Lagu Berbahasa Indonesia dengan Alunan Gamelan di Album Natal Australia

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait