facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Tidak Pernah Berkunjung ke Bojonegoro karena Takut Lengser? Apa Sebabnya?

Hairul Alwan Kamis, 02 Desember 2021 | 08:55 WIB

Jokowi Tidak Pernah Berkunjung ke Bojonegoro karena Takut Lengser? Apa Sebabnya?
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa PPKM di luar Jawa-Bali pada 23 November sampai 6 Desember 2021 [SuaraSulsel.id/Sekretariat Presiden]

Hingga kini belum pernah ada kabar presiden berkunjung di Bojonegoro setelah Presiden Pertama Indonesia, Seokarno.

SuaraBanten.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan belum pernah sama sekali melakukan kunjungan langsung ke Bojonegoro. Mitos yang beredar, pimpinan yang datang berkunjung ke Bojonegoro akan lengser. Bagaimana ceritanya?

Cerita dari Mbah Suri (62) yang merupakan salah satu penganut Jawa, mengatakan, hingga kini belum pernah ada kabar presiden berkunjung di Bojonegoro setelah Presiden Pertama Indonesia, Seokarno.

“Memang setahu saya belum ada presiden yang ke sini (Bojonegoro). Kalau ada itu dulu zaman Mbah Karno,” tutur Mbah Suri dilansir Terkini.id--Jaringan Suara.com, Rabu (1/12/2021).

Presiden Joko Widodo tiba di Indonesia pada Jumat (5/11) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 08.30 WIB setelah menempuh perjalanan selama sekitar delapan jam dari Dubai, Uni Emirat Arab menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo tiba di Indonesia pada Jumat (5/11) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 08.30 WIB setelah menempuh perjalanan selama sekitar delapan jam dari Dubai, Uni Emirat Arab menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Mbah Suri memang sangat ingat dengan cerita zaman dulu yang kini banyak dijadikan warga sebagai mitos. Namun sebagian masyarakat sangat percaya dengan mitos tersebut.

Baca Juga: Johan Budi Bertemu Jokowi di Istana, Mensesneg: Seharusnya dengan Saya, Tapi Saya Kabur

“Sebagian percaya sebagian menganggap mitos,” tambahnya.

Mitos yang tercipta dalam cerita di masyarakat, kata Mbah Suri, dalam peperangan zaman Kerajaan Majapahit. Barang siapa raja yang lebih dahulu menyeberangi Bengawan Solo, berarti orang itu memasuki Bojonegoro. Bisa dipastikan, pimpinan tersebut bakal mengalami kekalahan.

“Terbukti dari kisah Arya Penangsang yang menyeberangi Bengawan Solo terlebih dahulu untuk menyerang prajurit Pajang,” katanya.

Pada cerita tersebut, kata Mbah Suri, kesaktian pangeran Arya Penangsang hilang secara tiba-tiba. Sehingga dirinya kalah dan mati dalam peperangan saat itu.

“Ini bisa diyakini jika ada pemimpin negeri yang masuk ke Bojonegoro, maka dia harus siap untuk kalah dalam artian siap lengser dari tahtanya,” pungkas mbah Suri.

Baca Juga: Viral Bapak-bapak Joget Nyawer Biduan, Publik Syok: Wajahnya Mirip Jokowi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait