alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanggapi Perempuan Salat yang Dinyinyiri, Ainun Najib: Yang Sempit Toleransimu

Hairul Alwan Senin, 29 November 2021 | 09:55 WIB

Tanggapi Perempuan Salat yang Dinyinyiri, Ainun Najib: Yang Sempit Toleransimu
Salat di Kereta. [Terkini.id]

Ainun Najib menyindir bahwa ruang toleransi netizen itu terlalu sempit sehingga mudah terusik.

SuaraBanten.id - Penggagas situs kawalpemilu.org, Ainun Najib menanggapi netizen yang nyinyir terhadap seorang perempuan yang salat di kereta.

Ainun Najib menyindir bahwa ruang toleransi netizen itu terlalu sempit sehingga mudah terusik. Ia menyoroti, ruang di kereta tempat perempuan itu sangat lapang dan para penumpang yang lain juga berdada lapang.

"Yang sempit ruang toleransimu hingga terlalu mudah terusik,” kata Ainun Najib melalui akun Twitter resminya pada Sabtu, 27 November 2021.

Ainun Najib (Instagram)
Ainun Najib (Instagram)

Lebih lanjut, ia juga menceritakan bahwa orang salat di tempat umum seperti adalah yang sangat biasa di luar negeri.

Baca Juga: Warganet Komentari Perempuan Salat di Kereta, Ainun Najib: Toleransimu Sempit

“Saya sebagai minoritas dan ketika business travel ke berbagai negara, sering sholat di ruang publik, mencari pojokan/celah, mempercepat sholat,” katanya.

Makanya, kata Ainun Najib, ia merasa sedih jika di Indonesia, ada yang mempermasalahkan hal seperti ini. Terlebih, Indonesia disebut-sebut senagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Dan ternyata kontan hari ini saya sendiri mengalami perlu mencari pojokan dalam mall buat sholat, sudah lama banget nggak sampai perlu begini,” kata Ainun Najib.

“Memilih pojokan depan cabang bank yang tutup di Minggu sore begini. Belakang saya deretan ATM. Kilat tak ada yang terganggu, biasa aja,” sambungnya.

Adapun netizen yang ia komentari mengunggah foto seorang perempuan yang salat di kereta. Netizen itu menyindir bahwa agama Ispam telah memudahkan, namun mengapa perempuan itu mempersulit.

Baca Juga: Ainun Najib Pasrah: Jokowi Benar-benar Tak Utamakan Nyawa Rakyat

“Agama kita telah memudahkan. Tetapi, mengapa engkau mempersulitnya, saudariku?” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait