SuaraBanten.id - Nikita Mirzani ikut bersuara soal Baim Wong yang belakangan menuai kontroversi lataran menegur kakek Suhud. Baim Wong menegur kakek Suhud lantaran membuntuti motornya dan menawarkan dagangan.
Menanggapi hal tersebut, Nikita Mirzani ikut prihatin terhadap kakek Suhud. Ia menyebut Baim Wong Eksploitasi kemiskinan untuk konten dan sifat aslinya terlihat.
Dalam sebuah tayangan video, Nikita mengungkit masalahnya dengan Baim Wong di masa lalu. Ia mengaku pernah dirundung oleh penggemar Baim Wong lantaran membela salah satu timnya yang pernah bekerja dengan Baim.
“Kalau gue sih cuma bisa mengelus dada. Akhirnya masyarakat Indonesia diperlihatkan dengan sejelas-sejelasnya sifat aslinya," ujarnya dilansir dari kanal YouTube Satu Nusantara News pada Selasa, (12/10/21).
Baca Juga:Kasus Kakek Suhud, Nikita Mirzani: Akhirnya Orang Tahu Sifat Asli Baim Wong
"Dulu kan gue di-bully tuh, sempet tuh sama pengikutnya dia kan hampir satu Indonesia gue di-bully gara-gara membela salah satu tim gue yang namanya Iam,” imbuhnya.
![Nikita Mirzani dan Kakek Zuhud. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/12/31005-nikita-mirzani-dan-kakek-zuhud.jpg)
Terbaru, Nikita Mirzani malah menyebut apa yang dialami Baim Wong saat ini adalah karma.
“Itu adalah imbas dari kepura-puraan. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran untuk para content creator, YouTuber juga, jangan dideskriminasikan gitu orang-orang miskin yang enggak bisa berbuat apa-apa…. Karma itu memang sadis ya, apalagi pembalasan dari Tuhan tuh lebih sadis dari pembalasan manusianya sendiri,” ungkapnya.
“Dia kecele kalau bahasa daerahnya dia kecele… Kalau gue perhatikan kontennya Baim, banyak banget kan dia marahin orang, cuman yang ini keterlaluan karena yang ini orang tua. ya ini adalah imbas dari apa yang dia perbuat selama ini,” ungkapnya.
Nikita Mirzani juga menyoroti aksi Baim Wong yang dianggapnya mengeksploitasi kemiskinan untuk dijadikan konten.
Baca Juga:Momen Haru Kakek Suhud Ketemu Nikita Mirzani, Warganet: Gue Tim Nyai
“Mereka mengeskploitasi orang, kemiskinan orang dijadikan konten tapi ngebantunya enggak pure. Maksud gue, engak tulus. Kalau lo mau ngebantu, ngapain lu kasih 300 ribu? Buat apaan?," pungkasnya.