"Itukan atlet Banten namanya Sulaiman kelasnya 48 kg, bertanding melawan tuan rumah namanya Abdurahman. Nah sepanjang pertandingan dalam 3 ronde itu teman-teman official dan yang lainnya melihat bahwa atlit kami itu lebih unggul," ungkap Yosa.
Namun, ketika akhir pertandingan justru atlet asal Banten tiba-tiba dikalahkan. Karena itu, dikatakan Yosa, munculah pertanyaan besar dan melakukan protes terhadap panita penyelenggara.
"Nah, ini juga dibuktikan dengan rekaman video, tapi tiba-tiba pas di akhir dikalahkan. Dari situ munculah pertanyaan besar," katanya.
Yosa mengungkapkan, pihaknya tidak mungkin melayangkan protes jika tidak yakin dan mempunyai bukti yang sah ataupun valid.
Baca Juga:Malut dan Sulut Sukses Raih Kemenangan, Jateng dan Sumut Bermain Imbang
"Apalagi bayarnya Rp10 juta (Aturan jika protes bayar Rp10 juta) lumayan juga kan untuk pantia, gamungkin kami bayar begitu kalo ngga percaya diri," tegas Yosa seraya akan menuntut keprofesionalan panitia.
Pada kesempatan itu, Yosa juga berharap akan menjadi pemicu terhadap pantia, juri dan wasit agar benar-benar memberikan penilaian atau bekerja sesuai prosedural.
"Jangan sampe main mata, kami ngga suudzondengan tuan rumah, cuma yang kami sayangkan penilaian wasit dan jurinya," pungkasnya.
Kontributor : Oki Fathurrohman
Baca Juga:Masih Berlangsung, Link Live Streaming Futsal PON XX Papua 2021 Jabar Vs Jatim