facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dirjen Dukcapil Ungkap Warga Baduy Sering Gonta Ganti Nama, Alasannya Karena..

Hairul Alwan Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:41 WIB

Dirjen Dukcapil Ungkap Warga Baduy Sering Gonta Ganti Nama, Alasannya Karena..
Petugas memotret warga Suku Baduy untuk data KTP Elektronik di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

Dirjen Dukcapil ungkap warga Baduy sering ganti nama karena berbagai alasan. Ia juga mengungkap pelayanan yang dilakukan kepada warga Baduy bukan tanpa kendala.

SuaraBanten.id - Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh ungkap warga Baduy sering gonta ganti nama.

Dirjen Dukcapil ungkap warga Baduy sering ganti nama karena berbagai alasan. Ia juga mengungkap pelayanan yang dilakukan kepada warga Baduy bukan tanpa kendala.

Awalnya, Zudan mengungkap warga Baduy Dalam dan Baduy Luar tidak merasa perlu untuk melaporkan penduduk yang meninggal.

Warga Suku Baduy mengikuti proses perekaman data retina mata untuk KTP Elektronik di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]
Warga Suku Baduy mengikuti proses perekaman data retina mata untuk KTP Elektronik di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

“Masyarakat Baduy juga kerap berganti nama. Ada yang berganti nama karena sakit, ada pula yang berganti nama karena memiliki anak baru,” ungkap Zudan.

Baca Juga: Ribuan Warga Baduy Punya e-KTP, Ini Perbedaan Kolom Agama Dengan Masyarakat Umum

“Misalnya, ketika lahir anak pertama, ia bernama Ayah Mursid. Kemudian lahir anak kedua bernama Saidi sehingga ia berganti nama menjadi Ayah Saidi,” tambah Zudan.

Diketahui, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) menerbitkan 1.168 dokumen kependudukan bagi masyarakat adat Baduy dalam dan Baduy luar.

Warga Suku Baduy melakukan perekaman sidik jari untuk KTP Elektronik di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]
Warga Suku Baduy melakukan perekaman sidik jari untuk KTP Elektronik di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

Penerbitan dokumen tersebut dilakukan melalui skema jemput bola atau jebol, berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil Provinsi Banten, Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak, dan dibantu relawan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI).

Zudan memaparkan, pelayanan yang diberikan dalam kegiatan Jebol Adminduk bagi masyarakat Baduy terdiri dari e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Kami melakukan perekaman KTP bagi 338 orang, menerbitkan Akta Kelahiran bagi 226 anak, Kartu Identitas Anak (KIA) bagi 194 anak, dan Kartu Keluarga (KK) bagi 410 keluarga,” ujar Zudan, Senin 30 Agustus 2021.

Baca Juga: Antusias Warga Suku Baduy saat Perekaman KTP Elektronik

Petugas merekam data untuk KTP Elektronik warga suku Baduy di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]
Petugas merekam data untuk KTP Elektronik warga suku Baduy di Kampung Cijahe, Lebak, Banten, Sabtu (28/8/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

Pelayanan jemput bola tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2021. Meski antusias, masyarakat Baduy mengikuti pelayanan dengan sangat tertib. Protokol kesehatan juga tetap diberlakukan secara ketat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait