alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Gelar King Of Lip Service Jokowo, Ketua MUI: Itu Tanda Mahasiswa Cerdas

Hairul Alwan Selasa, 29 Juni 2021 | 07:04 WIB

Soal Gelar King Of Lip Service Jokowo, Ketua MUI: Itu Tanda Mahasiswa Cerdas
Cholil Nafis [Antara]

Cholil Nafis sebut kenakalan mahasiswa seperti yang dilakukan BEM UI merupakan tanda bahwa mahasiswa cerdas.

SuaraBanten.id - Soal gelar king of Lip Service yang diberikan BEM Universitas Indonesia (UI) ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Ketua MUI Cholil Nafis ikut angkat suara.

Cholil Nafis anggap aksi mahasiswa UI wajar. Cholil Nafis sebut kenakalan mahasiswa seperti yang dilakukan BEM UI merupakan tanda bahwa mahasiswa cerdas.

Cholil Nafis ungkapkan pendapat mengenai apa yang dilakukan BEM UI melalui Twitter resminya dengan nama pengguna @cholilnafis, Senin (28/6/2021).

"Biasa mahasiswa itu nakal2 dikit biarin aja. Itu tanda cerdas. Indonesia ini berkali2 berubah krn gerakan mahasiswa," cuit Ketua MUI tersebut seperti dikutip oleh terkini.id.

Baca Juga: Jawaban Santai Ade Armando Usai Disebut Sebagai Pion Pembual

Dalam cuitannya, Cholil Nafis sebut nurani bangsa terletak pada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa lah yang dapat jernih membaca arah gerak dari pemerintahan.

"Norani bangsa itu mahasiswa yg jernih membaca arah pemerintahan, meski kadang nyakitin tapi itu cermin pemuda calon pemimpin dan intelektual bangsa," cuit Cholil Nafis kembali.

Beberapa warganet juga terlihat ikut berpendapat di kolom komentar cuitan Cholil Nafis.

Banyak di antaranya yang sepakat dengan pendapat yang dilontarkan oleh Cholil Nafis.

"Benar ustaz. Insya Allah jadi masukan yg baik buat pemerintah. Supaya ke depan bisa menepati janji yg sudah diucapkan. Sy pribadi masih sabar menunggu pertumbuhan ekonomi yg bisa melesat 8%. Semoga sebelum 2024 bisa terwujud," komentar salah seorang warganet.

Baca Juga: Disebut Buzzer Pendukung Jokowi, Ade Armando: Saya Nggak Masalah

"Tull Kyai. Mungkin yg kepentingan terusik yang gak suka pikiran kritis mhs dan melabelinya dgn ujaran kebencian," komentar warganet lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait