COVID-19 Banten Menggila, Apakah Akses Jalan Tol Tangsel-Jakarta Akan Ditutup?

Tangerang Selatan mengandalkan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 15 Juni 2021 | 18:04 WIB
COVID-19 Banten Menggila, Apakah Akses Jalan Tol Tangsel-Jakarta Akan Ditutup?
Protek Jalan Tol Serpong-Cinere hampir selesai. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan progres konstruksi Jalan Tol Serpong-Cinere telah mencapai 92,81 persen. (Antara)

Jika terjadi lonjakan kasus Covid-19, tak menutup kemungkinan pihaknya bakal kembali menginjak rem darurat atau menerapkan kembali pengetatan dan pembatasan aktivitas masyarakat.

Kendaraan melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/8).  [Suara.com/Oke Atmaja]
Kendaraan melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/8). [Suara.com/Oke Atmaja]

"Kita sangat khawatir covidnya melonjak tajam, tetap ada kekhawatiran. Tidak menutup kemungkinan bakal menerapkan rem darurat lagi untuk melakukan pembatasan aktivitas mencegah Covid-19 semakin melonjak," pungkasnya.

Banten masuk daftar provinsi alami lonjakan kasus COVID-19 paling tinggi se Indonesia. Lonjakan kasus COVID-19 di Banten sampai 7.000 kasus.

Banten di poisisi 6 dari seluruh Provinsi di Indonesia yang alami lonjakan COVID-19. Hal itu diduga karena klaster mudik Idul Fitri.

Baca Juga:Pemprov DKI Evaluasi Kondisi Covid-19 Setiap Hari Sebelum Tarik Rem Darurat

Kelima provinsi teratas paling banyak lonjakan pasien COVID-19 adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, porak-poranda tertimpa pohon besar yang tumbang akibat hujan angin, Minggu (22/12/2019). [PT KCI]
Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, porak-poranda tertimpa pohon besar yang tumbang akibat hujan angin, Minggu (22/12/2019). [PT KCI]

"Bahkan provinsi keenam teratas juga berasal dari pulau Jawa yaitu provinsi Banten, yaitu kenaikan kasus lebih dari 400 hingga 7.000 kasus di minggu ini," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube BNPB, Selasa (15/6/2021).

Wiku menjelaskan jika musik Idul Fitri 1442 Hijriah jadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 ini.

"Kondisi yang mengkhawatirkan ini patut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah serta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera menetapkan strategi pengendalian kasus yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas masing-masing daerah," tuturnya.

Baca Juga:Bertambah 9 Orang, Total 14 Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Graha Wisata TMII

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini