alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pilih Alquran atau Pancasila? Ini Jawaban MenPAN-RB Tjahjo Kumolo

Hairul Alwan Rabu, 09 Juni 2021 | 10:30 WIB

Pilih Alquran atau Pancasila? Ini Jawaban MenPAN-RB Tjahjo Kumolo
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo. (Suara.com/Ummi Saleh)

Dalam pelaksanaan TWK ada pertanyaan pilih Alquran atau Pancasila? Pernyataan itu jadi sorotan usai diungkap Febri Diansyah.

SuaraBanten.id - Soal adanya pertanyaan pilih Alquran atau Pancasila dalam Tes Wawasan Kebangsan atau TWK pada lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi atau MenPAN-RB Tjohjo Kumolo ikut angkat suara.

Belakangan Eks Jubie KPK Febri Diansyah ungkap keganjilan TWK KPK. Dalam pelaksanaan TWK ada pertanyaan pilih Alquran atau Pancasila?. Pernyataan itu jadi sorotan usai diungkap Febri Diansyah.

Terkait kabar tersebut, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo pun mempersilakan jika ada pihak yang keberatan menggugat pertanyaan itu.

“Saya nggak tahu. Itu bukan saya. Karena pertanyaan itu, yang saya tahu pertanyaan itu bukan pertanyaan kamu makan apa? Tidak. Ini semacam psikotes yang komprehensif,” kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 8 Juni 2021.

Baca Juga: Lengkap Rekaman Pertanyaan Pilih Alquran atau Pancasila, Tjahjo Kumolo : A Sampai Z

Tjahjo Kumolo klaim miliki rekaman dan video tes TWK yang dilakukan lembaga anti rasuah itu.

“Kalau mau menguji, silakan diuji, mau gugat. Kami, BKN gunakan pola seperti kalau saya jadi saksi di KPK, videonya rekamannya ada, rekaman suara dari A sampai Z selesai,” kata dia.

Tjahjo Kumolo sebut pertanyaan TWK itu dibuat oleh asesor. Asesor itu terdiri atas tim independen.

“Bukan BKN, dari asesor, tim independen,” katanya.

Tjahjo memaparkan hasil tes wawasan kebangsaan itu ada dua. Ada yang berhasil dan tidak.

Baca Juga: Tuding SBY Pakai Dana Haji Rp35,2 Triliun, Netizen: Kadrun Kenapa Kalian Diam?

“Orang kan tes ada dua, berhasil dan tidak. Kemarin mereka datang semua loh, 1.300 lebih, ikut tes tanpa paksaan. Soal dari hasil tes ada yang gagal dan tidak, itu kan wajar,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait