SuaraBanten.id - Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Ketua Umum Partai Demokrat respon wacana Jokowi tiga periode yang belakangan ramai diperbincangkan. Menolak wacana tersebut AHY sebut kita kembali ke masa kelam jika hal tersebut sampai terjadi.
AHY berharap Jokowi 3 Periode sekedar rencana atau tak diwujudkan dalam undang-undang. AHY sebut isu Jokowi 3 periode mulai tak banyak dibicarakan.
Meski begitu, AHY minta masyarakat waspada. AHY minta masyarakat kawal wacana tersebut hingga tak dilanjutkan ke tahap pengesahan.
Bekaca pada yang sudah-sudah, lanjut AHY, pemerintah kerap mengesahkan sesuatu secara tiba-tiba. Padahal, apa yang mereka sahkan menyangkut hajat hidup orang banyak.
Baca Juga:Dibeli Gading Marten, Persikota Tangerang Target Lolos Liga 2 Musim 2021 Habis Puasa Gelar
“Kami bukannya skeptis atau pesimistis, tapi berdasarkan pengalaman-pengalaman, ini kok gampang sekali ngutak-ngatik, ngakal-ngakalin, seperti tadi (UU Ciptaker), seolah-olah gak dibahas lagi, tiba-tiba jeleger muncul (disahkan),” ujar AHY, Jumat (4/6/2021).
![Presiden Jokowi. [Presidenri.go.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/05/19747-presiden-jokowi-foto-presidenrigoid.jpg)
“Saya gak tahu apakah nanti wacana 3 periode ini tiba-tiba diselipkan juga dan tiba-tiba langsung diketuk (disahkan) saja,” lanjutnya.
AHY mengungkapkan, andai wacana presiden 3 periode benar-benar menjadi kenyataan, maka Indonesia seolah mengkhianati sejarahnya.
“Kita ahistoris. Kalau kita lupa ingatan, boleh saja. Tapi, kita masih sehat, kan? Dulu tahun 1998, salah satu yang paling fundamental dari reformasi adalah pembatasan masa jabatan presiden,” ungkapnya.
“Kalau (presiden) 3 periode, gak akan pernah puas. Setelah itu 4 periode, setelah itu ujung-ujungnya seumur hidup. Dengan alasan masih hebat, masih kuat, masih diperlukan. Kalau seperti itu, darah perjuangan para reformis tidak ada harganya. Kita kembali ke masa-masa kelam sebelum reformasi,” urainya.
Baca Juga:PKB Munculkan Duet Gus Ami-AHY, Demokrat Senang, Tapi...
Soal presiden 3 periode, AHY bingung: Kok gitu amat?
- 1
- 2