Asal Usul Jalan Kisamaun, Kini Jadi Pusat Kuliner Legendaris Tangerang

Kota Tangerang tak hanya terkenal dengan programnya Kota layak huni, layak investasi dan layak dikunjungi.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 24 Mei 2021 | 08:20 WIB
Asal Usul Jalan Kisamaun, Kini Jadi Pusat Kuliner Legendaris Tangerang
Satpol PP Kota Tangerang menggelar razia di Pasar Lama Kota Tangerang pada Kamis (31/12/2020) atau pada malam pergantian tahun. [Suara.com/Hairul Awan]

SuaraBanten.id - Sejarah dan asal usul Jalan Kisamaun, Pasar Lama Kota Tangerang Banten. Kini Jalan Kisamaun jadi Pusat Budaya Tionghoa dan kuliner legendaris Banten.

Kota Tangerang tak hanya terkenal dengan programnya Kota layak huni, layak investasi dan layak dikunjungi. Tetapi juga terkenal sebagai pusat kuliner, Pasar Lama Tangerang juga termasuk sebagai pasar tradisional tertua.

Beragam jenis makanan dapat dijumpai dengan mudah di kawasan yang terletak di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Ternyata tempat ini kaya sejarah yang wajib ketahui terhadap nilai kebudayaan di Kota Tangerang Tercinta.

Jalan Ki Samaun merupakan kawasan perdagangan dan jasa serta kegiatan ekonomi usaha kecil dan menengah. Koridor ini terkenal sebagai pasar di pagi hingga sore hari serta pusat makanan kaki lima di malam hari.

Baca Juga:Jejak Islam di Tangerang, Makam Keramat Solear hingga Mitos Monyet Liar

Jalan Ki Samaun merupakan jalur utama untuk memasuki Pasar Lama dan kawasan Pecinan. Di sepanjang koridor Jalan Ki Samaun bangunan- bangunan khas pecinan sudah berubah bentuk menjadi ruko moderen.

Para pedagang di Pasar Lama Tangerang mulai menjajaki pernak-pernik Imlek. [Foto: Bantennews.co.id]
Para pedagang di Pasar Lama Tangerang mulai menjajaki pernak-pernik Imlek. [Foto: Bantennews.co.id]

Tetapi Pasar Lama Tangerang punya sejarah yang panjang. Pasar ini dulunya merupakan pusat perdagangan tertua di Kota Tangerang, karena kawasan ini sangat kental dengan akulturasi budaya seperti Cina, Betawi, Eropa, dan Sunda.

Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada setidak-tidaknya sejak 1407.

Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga.

Mulai dari kedatangan armada Cheng Ho dengan rombongan yang terdiri dari sekitar 300 kapal jung besar dan kecil membawa hampir 30.000 pengikutnya. Sebagian dari rombongan ini yang dipimpin oleh Chen Ci Lung diyakini sebagai nenek moyang penduduk Tionghoa Tangerang (China Benteng) yang mendarat di Teluk Naga pada tahun 1407.

Di kutip dari tulisan Budi Sulistyo, Marsela Fitri Anisa mahasiswa Jurusan Teknik Planologi, Universitas Esa Unggul menyebutkan, Etnis Tionghoa di Kota Tangerang dikenal dengan sebutan Cina Benteng, istilah Cina Benteng muncul tidak terlepas dari berdirinya Benteng Makassar yang terletak di tepi Sungai Cisadane di Pusat Kota Tangerang, Kelurahan Sukasari dibangun pada zaman kolonial Belanda yang sekarang sudah rata dengan tanah.

Baca Juga:Siap-siap 20 Ribu UMKM di Tangerang Bakal Divaksin Covid-19

Kawasan China Benteng Kota menyimpan bangunan bangunan yang bernilai sejarah, salah satunya adalah Masjid Kalipasir yang merupakan masjid tertua di Kota Tangerang dan Klenteng Boen Tek Biodibangun pada tahun 1750 yang merupakan Klenteng tertua di Kota Tangerang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak