Tidak pake gloves atau sarung tangan, tidak pake Hazmat suit, tidak pake face shield, dan juga perlengkapan medis lainnya," jengkel Andika
Andika juga melihat beberapa kantong bekas test GeNose penumpang yang akan melakukan penyeberangan masih terlihat berserakan dilantai. Hal itu membuat Andika kecewa.
"Kantong GeNose juga kan itu langsung dibuka, engga sembarangan sebenarnya membuka kantong GeNose itu, dan juga banyak kantong bekas yang berserakan seharusnya itu disimpan di tempat tertutup," tandasnya.
Ditempat yang sama, Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Pelaksanaan test GeNose yang ada di Pelabuhan Merak itu kan dari pihak swasta yang bekerja sama dengan negara.
Baca Juga:Sebelum Larangan Mudik, 218.982 Orang Nyeberang dari Pelabuhan Merak
"Tadi sudah saya koordinasikan dengan kepala KKP agar itu ditegur kembali dan diingatkan pengusahanya, yang seharus pada pemeriksaan GeNose itu dia tidak memakai APD lengkap oke, tapi dia harus menggunakan masker maksimal," katanya.
Dikatakan Ati, pembuangan plastik GeNos harus dilakukan tertutup dan tidak sembarangan, karena itu akan ada potensi untuk penyebaran Covid-19.
"Iya itu kan tadi sudah saya koordinasikan dengan KKP," pungkasnya.
Kontributor : Adi Mulyadi
Baca Juga:Larangan Mudik, Pelabuhan Merak Mulai Sepi Hari Ini, Tak Ada Manusia