Sejarah Tasikardi, Jadi Wisata Kerajaan dan Penyambutan Bangsawan di Banten

Danau Tasikardi menjadi tempat hiburan Ibunda Maulana Yusuf yang bersedih akibat ditinggalkan Maulana Hasanudin, dan untuk penyambutan tamu-tamu bangsawan.

Hairul Alwan
Rabu, 28 April 2021 | 17:52 WIB
Sejarah Tasikardi, Jadi Wisata Kerajaan dan Penyambutan Bangsawan di Banten
Warga melintas di depan danau Tasikardi [Suara.com/ Adi Mulyadi]

SuaraBanten.id - Danau Tasikardi berlokasi di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang dibuat pada zaman Sultan Kedua Banten yakni Maulanan Yusuf.

Konon, pembuatan Danau Tasikardi tempat wisata kerajaan keluarga Sultan Banten. Selain itu, Danau Tasikardi tempat hiburan Ibunda Maulana Yusuf yang bersedih akibat ditinggalkan Sultan Maulana Hasanudin, dan untuk penyambutan tamu-tamu bangsawan.

Danau Tasikardi seluas 6,5 hektar itu terdapat pulau kecil di tengah-tengahnya. Konon pulau itu sering digunakan untuk berlibur keluarga Sultan Banten, selain itu juga  Danau Tasikardi tempat penerimaan tamu bangsawan yang berkunjung ke Banten.

Sejarawan Banten dari Kepurbakalaan, Mulangkara, mengatakan, Danau Tasikardi dibuat pada saat masa zaman Sultan Kedua Banten yakni Sulatan Maulana Yusuf.

Baca Juga:Sempat Ancam Mati Saat Isya Jeeperson Masuk Islam, Kini Ibunda Juga Mualaf

"Dulu itu dibangun atau dibuat pada masa sultan kedua, Maulana Yusuf Banten. Beliau ini punya ibu bernama Ratu Ayu Kirana, permaisuri Sultan Hasanudin dari Demak," kata Mulangkara sejarawan Banten dari Kepurbakalaan, kepada SuaraBanten.id.

Dijelaskan Mulangkara, tujuannya dibuat Danau Tasikardi itu, awal mulanya untuk menghibur ibunda Sultan Maulana Yusuf Banten yang kala itu sedang bersedih karena ditinggal suami tercinta Maulana Hasanudin Banten.

"Ratu Ayu Kirana saat itu sedang berduka berkepanjangan, dan akhirnya dibuatkan lah Danau itu (Tasikardi-red). Danau itu ditengahnya ada pulau kecil seperti pesanggrahan gitu. Bangunan itu, bangunan terbuka tapi beratap," jelasnya.

Diterangkan Mulangkara, air yang berada di Danau Tasikardi itu disuplay dari tiga sungai yakni kali Keronjen, kali Pelamunan, dan kali Ciujung.

"Aliran kali itu masuk semua ke Danau Tasikardi, dan bahkan air yang ada di danau itu juga untuk mengairi pesawahan yang ada disekitar Danau Tasikardi. Kala itu Maulana Yusuf juga pandai dalam bertani," terangnya.

Baca Juga:Waspada Copet Wisata Ziarah Banten Lama, pelaku Pake Sorban dan Kerudung

Diungkapkan Mulangkara, ditengah Danau Tasikardi terdapat pengawal-pengawal perempuan yang memegang tombak untuk menjaga keluarga Sultan.

REKOMENDASI

News

Terkini