Masjid Kasunyatan, Terkenal Karena Pekulahan Bekas Wudhu Para Wali

"Dulunya itu kan kulah itu tempat wudhu, para wali Allah saat hendak solat, jadi karomahnya begitu besar," kata salah satu Pengurus Masjid, Nurul Falah.

Hairul Alwan
Kamis, 15 April 2021 | 13:23 WIB
Masjid Kasunyatan, Terkenal  Karena Pekulahan Bekas Wudhu Para Wali
Masjid Kasunyatan terletak di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen,Serang [Suara.com/Adi Mulyadi]

Kata dia, air kulah masjid kasunyatan sudah terkenal keberbagai daerah di seluruh indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah-daerah lainnya. Hal itu dibuktikan dengan datangnya orang-orang dari luar daerah itu.

"Banyak dari mana-mana datang kesini hanya untuk mandi aja, kemarin juga ada yang dari Kalimantan," sebutnya.

Ia menceritakan, air pekulahan ini sempat dijadikan pemandian oleh para tokoh, para politikus, bahkan sampai ke kalangan artis. 

"Sering kesini mandi, calon Wali Kota, calon Dewan, calon Menteri, bahkan artis itu dulu pernah kesini dulu tau gak seperti Titi Puspa, karena mungkin tau kali sama sejarah ya," ungkapnya.

Baca Juga:Terbuat dari Kayu, Masjid Tertua di Langkat Ini Masih Berdiri Kokoh

Namun, Kata Nurul, bagi orang yang ingin mandi air kulah masjid kasunyatan tidak sembarangan orang langsung nyempung melainkan harus ada yang membawa atau yang membimbing. 

"Kalau perempuan ya harus perempuan yang mandiin, kalau laki-laki ya harus laki-laki lagi, setelah itu diwajibkan untuk solat ke masjid kasunyatannya solat dua rokaat, nanti biasanya diarahkan sama yang penjaganya," ujarnya.

Pada saat musim pandemi ini, pengunjung di masjid kasunyatan tergolong normal dan tidak dibatasi. Meski begitu pihak pengurus masjid tetap mematuhi aturan pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan. 

"Biasa aja dimasa pandemi ini, sama seperti biasanya juga, ada aja pengunjung yang dari luar daerah, kemarin juga ada yang dari Kalimantan, sekarang ada yang dari Depok dan Bogor, yang sedang itikap selama 7 hari dan 40 hari," ungkapnya.

Kata dia, air kulah masjid kasunyatan itu terdapat sumber dan tidak bisa kering, sumber muncul dari beberapa sudut dan keluarnya besar. Meski begitu, pihaknya bersama pengurus masjid selalu melakukan pengurasan setiap 2 tahun sekali.

Baca Juga:Raffi Ahmad Kenalkan Istri Baru Secara Live, Namanya Yuni

"Kami tetap kuras meskipun saat menguras tidak kering, waktunya itu selama dua tahun sekali," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini