alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pecah Kubu AHY dan Moeldoko, KPU Ikut Sedih Konflik Internal Demokrat

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut Senin, 08 Maret 2021 | 15:29 WIB

Pecah Kubu AHY dan Moeldoko, KPU Ikut Sedih Konflik Internal Demokrat
Plet Ketua KPU Ilham Saputra. [Suara.com/M Yacub Ardiansyah]

Namun, terkait adanya dua kepemimpinan, Ilham memastikan jika kubu Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih sah sebagaimana SK yang dikeluarkan Kemenkumham.

SuaraBanten.id - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Ilham Saputra mengaku prihatin atas konflik yang terjadi di internal Partai Demokrat setelah terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang mercy itu. 

Namun, terkait adanya dua kepemimpinan, Ilham memastikan jika kubu Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih sah sebagaimana SK yang dikeluarkan Kemenkumham. 

“Kami prinsipnya prihatin dengan apa yang terjadi saat ini, tetapi bahwa sampai saat ini kami masih memegang SK dari Kementerian Hukum dan HAM yang sampai saat ini masih SK partai Demokrat pimpinan Pak AHY,” kata Plt Ketua KPU Ilham Syaputra di Gedung KPU, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Dia juga memastikan jika ada perubahan struktur kepengurusan yang baru di Demokrat selain yang dikomandoi AHY.

Baca Juga: AHY di KPU: Kami Tak Cari Sensasi, Itu Bukan Karakter DNA Kami!

“Sehingga saat ini belum ada SK apapun dari Kemenkumham yang datang ke kami. Kemudian mengacu kepada pemilu 2019 dan Pilkada 2020, kami juga sampai saat ini masih memegang SK yang diberikan Kemenkumham terakhir Partai Demokrat kepada kami,” kata dia. 

Siang tadi, AHY telah menyerahkan dokumen-dokumen berupa AD/ART terkait kepengurusan Partai Demokrat ke Kemenkumham.

“Kami akan menyerahkan berkas AD/ART yang sudah disahkan negara dan pemerintah dalam hal ini Kemenkumham tahun lalu, terkait kepengurusan partai demokrat hasil kongres kelima yang g diselenggarakan 15 Maret 2020 yang sah dan juga memandatkan saya sebagai Ketua Umum periode 2020-2025,” kata dia.

AHY pun menegaskan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara tidak bisa disahkan dan dilegalkan, karena para penyelenggaranya bukan anggota partainya.
 
 
 


 
 
Kami tidak bisa kucing-kucingan, makanya kami datang dengan identitas lengkap, kepengurusan dan pemimpin yang sah. Maka tegas kami sampaikan apa yang terjadi di Deli Serdang yang mereka klaim sebagai KLB, sejatinya itu KLB abal-abal tidak bisa disahkan secara legal, karena tidak memenuhi seluruh aturan yang ada di partai,” tegasnya.

Baca Juga: Kasus Kerumunan Massa KLB Demokrat, Jhoni Allen dan Darmizal Dipolisikan

Seperti pemberitaan sebelumnya, Demokrat sedang menghadapi badai perpecahan di internal partai. Konflik terjadi antara Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dengan KLB Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara, yang menjadikan Moeldoko sebagai ketua umum.
 
 
 
 
 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait