75 RS Jabodetabek Penuh, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Tanpa Pertolongan

Setelah melaporkan tidak adanya RS yang menerima, tidak lama kemudian Yemiko mendapati kabar duka bahwa pasien tersebut telah wafat.

M Nurhadi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:25 WIB
75 RS Jabodetabek Penuh, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Tanpa Pertolongan
ILUSTRASI-Petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang sedang malakukan proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Buni Ayu.(Bantennews)

SuaraBanten.id - Salah satu pasien positif Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, Banten meninggal dunia setelah dua hari tak mendapat ruang intensive care unit (ICU) dan tertahan di Puskesmas.

Padahal, pihak keluarga dan puskesmas sudah menghubungi 75 rumah sakit di Jabodetabek. Namun, tidak ada satu pun ruang ICU yang didapat hingga akhirnya saturasi oksigen pasien menurun dan meninggal dunia.

Kabar tersebut ramai diungkapkan melalui akun twitter @LaporCovid pada Kamis (21/1/2021) lalu.

"Hari ini, satu pasien positif Covid-19 meninggal di sebuah puskesmas di Tangerang Selatan. Setelah dua hari mencari ICU di Jabodetabek. Pihak keluarga dan puskesmas telah mencari ke beberapa RS, LaporCovid juga telah menghubungi lebih dari 75 SPGDTdi wilayah Jabodetabek, Dinkes DKI dan (tim) Menkes. Namun semua RS full," tulisnya dalam unggahan gambar itu.

Baca Juga:Positif Covid-19, Bupati Sleman Pilih Tetap Kerja dari Rumah Dinas

Salah seorang relawan LaporCovid, Yemiko membenarkan soal unggahan tersebut. Namun, pihaknya tak bisa memberikan informasi detail soal identitas pasien dan nama puskesmas tempat pasien positif Covid-19 itu meninggal.

"Sebelumnya untuk identitas dan kronologi sangat detail kami tidak bisa menjelaskan. Tapi untuk gambarannya jadi kami kemarin siang menerima laporan dari salah seorang warga di Tangsel," kata Yemiko, dihubungi Jumat (22/1/2021).

"Yang bersangkutan ini sudah dirawat di puskesmas selama dua hari. Keaadaan tak kunjung membaik sampai akhirnya puskesmas  menganjurkan rujukan. Tetapi keadanyannya RS di Tangsel nyatanya sudah penuh semua sehingga harus dirujuk ke luar Tangsel," imbuhnya.

Lebih jauh, Yemiko menjelaskan, pasien tersebut meninggal dunia setelah dua haru nencari rumah sakit.

"Akan Tetapi dengan kondisi saturasi oksigen yang terus menurun dan tidak adanya rumah sakit yang dapat menampung di Tangerang Selatan akhirnya ada yang melapor ke kami," jelasnya.

Baca Juga:Sudah Divaksin Covid-19, Kok Bupati Sleman Masih Positif Corona?

Usai menerima laporan tersebut, pihaknya lantas segera menghubungi sejumlah rumah sakit di Jabodetabek. Tetapi nihil, semua ICU RS di Jabodetabek penuh.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini