- Pemerintah Kota Tangerang Selatan mewaspadai potensi kebakaran TPA Cipeucang akibat musim kemarau ekstrem yang terjadi pada Juli 2026.
- UPTD Pengelolaan Sampah dan Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan air rutin untuk mencegah percikan api dari gas metana.
- Dinas Lingkungan Hidup merelokasi sampah dan menata area terbuka di TPA Cipeucang guna persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
SuaraBanten.id - Musim kemarau di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih berlangsung cukup ekstrim. Potensi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong kini tengah diwaspadai.
Diketahui, TPA Cipeucang merupakan satu-satunya area tempat pembuangan sampah akhir di Kota Tangsel. Tetapi, saat ini akses pembuangan sudah ditutup sejak akhir 2025. Penyebabnya, lantaran jumlah timbulan sampah dianggap overload.
Penutupan sendiri diminta oleh masyarakat sekitar lantaran dampak negatif kian hari semakin terasa. Selain bau sampah yang menyengat, lalat-lalat yang berasal dari sampah pun mulai banyak di pemukiman warga, terutama di jalur lintas menuju TPA Cipeucang.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Desna Gera Andika mengatakan, pihaknya sudah rutin melakukan penyemprotan cairan penghilang bau sampah bahkan sebelum musim kemarau.
Baca Juga:Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Terjerat Peredaran Gelap Narkoba
“Kami dari UPT rutin melakukan penyemprotan tiga kali sehari. Kita rutin penyemprotan dengan cairan penghilang bau sampah,” katanya saat wawancara di kantornya, Senin, 27 Juli 2026.
Pada musim kemarau ini, kata Desna, pihaknya menambah intensitas penyemprotan air biasa setiap pagi dan sore untuk mencegah adanya percikan api dari gas metana dari timbulan sampah yang menggunung di TPA Cipeucang.
“Pada musim kemarau ini kita punya fasilitas mobil tanki air yang kita manfaatkan setiap siang hari dan sore,” ungkapnya.
Desna menuturkan, upaya mitigasi kebakaran di TPA juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel. Kerjasama yang dilakukan berupa penyemprotan rutin setiap satu minggu sekali dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran.
“Alhamdulillah atas instruksi wali kota, kita berkolaborasi juga dengan dinas pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan rutin selama seminggu sekali,” tuturnya.
Baca Juga:Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
Selain memitigasi kebakaran di musim kemarau, Desna juga menerangkan, pihaknya masih melakukan penataan dan pengelolaan timbulan sampah di TPA Cipeucang.
Saat ini, pihaknya secara berangsur merelokasi sampah yang berpotensi mencemari anak sungai di area TPA ke landfill yang sudah mulai tertata rapih untuk persiapan lahan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan TPA Cipeucang.
“Kita juga sambil lakukan penataan dan menutup area-area terbuka sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Lingkungah Hidup dan sementara aktivitas pembuangan sampah masih kita hentikan,” paparnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah