alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Teknik Cegah Mobil Kemalingan: Diubah Jadi Ponsel, Begini Caranya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan Selasa, 12 Januari 2021 | 07:14 WIB

Teknik Cegah Mobil Kemalingan: Diubah Jadi Ponsel, Begini Caranya
Ilustrasi keamanan ponsel dengan PIN (Shutterstock)

Dengan menjadikan mobil seperti ini, maka pencuri sulit untuk membawa kabur sasaran.

SuaraBanten.id - Salah satu hal menyesakkan dari kepemilikan atas sebuah mobil adalah maling yang sabar mengintai dan menunggu waktu tepat untuk mencuri. Sedikit lengah saja, tunggangan kesayangan bisa raib.  Itu sebabnya, pabrikan kendaraan senantiasa mengembangkan teknologi anti-theft hingga kelas mutakhir.  Tujuannya membuat pencuri mengalani kesulitan melakukan tindak kejahatan.

Dikutip kanal otomotif Suara.com, jaringan SuaraBanten.id, dari Autoevolution,  telah ditemukan teknologi bernama Stealth Immobilizer. Perangkat tambahan ini bertujuan untuk menekan jumlah pencurian mobil.

Dengan terpasangnya peranti tadi di kendaraan, pengemudi lain tidak akan bisa mengoperasikan mobil tanpa memasukkan kode PIN atau Personal Identification Number. Cara ini menjadikan mobil berfungsi seperti layaknya smartphone.

Pengemudi harus memasukkan kode PIN sebelum dapat menghidupkan perangkat. Jika pengemudi tidak dapat memasukkan kombinasi yang dibutuhkan, maka Stealth Immobilizer tidak akan mengizinkan mesin menyala.

Baca Juga: Anti Ribet, Ford Sediakan Penyekat Kabin Mobil yang Mudah Dipasang

Tombol start. [Ashutosh Dave/Unsplash]
Tombol start. [Ashutosh Dave/Unsplash]

Dengan begitu, mobil tidak mungkin bisa dicuri. Secara teori perangkat akan terhubung dengan kabel yang sebenarnya tersedia pada setiap mobil.

Dengan kata lain, pencuri akan membutuhkan waktu melancarkan aksinya jika harus mencari perangkat dan memutus sambungan ke mobil.

"Bahkan jika seseorang membuat salinan kunci, Stealth Immobilizer akan tetap melindungi kendaraan itu, mencegah siapa pun menggunakannya kecuali mereka memasukkan kode PIN. Namun jika memasukkan kendaraan untuk diservis, ubah ke mode servis, dan matikan perangkat sehingga tetap tidak ada yang tahu ada perangkat tambahan di dalam kendaraan," jelas pihak penemu.

Selain itu, perangkat juga bisa dikendalikan melalui aplikasi seluler, sehingga pengguna dapat mengubah PIN baru kapan pun mereka mau dan memilih kombinasi tombol untuk melindungi mobil.

Baca Juga: Ini Daftar Brand Mobil Listrik Global, Apakah Tesla yang Teratas?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait