alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kebanyakan Pasien COVID-19 di Kota Tangerang Ditularkan Klaster Keluarga

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 01 Januari 2021 | 16:11 WIB

Kebanyakan Pasien COVID-19 di Kota Tangerang Ditularkan Klaster Keluarga
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah usai menghadiri Paripurna Pengambilan Keputusan APBD 2021, Senin (30/11/2020). [Suara.com/Hairul Alwan]

Dalam waktu 2-3 pekan ia akan mengevaluasi kembali trand penyebarannya seperti apa.

SuaraBanten.id - Angka penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang masih terbilang tinggi hingga awal tahun 2021. Berdasarkan data dari website resmi Pemkot Tangerang covid19tangerangkota.go.id hingga pukul 14.50 WIB

Diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 4.229 julah tersebut bertambah sebanyak 53 pada hari ini, dalam perawatan 3.30 pasien dengan penambahan pasien sebanyak 40 pasien, sembuh 3.801 dan meninggal 98 orang.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, saat ini angka Covid-19 masih cukup tinggi. Tingginya angka paparan bukan cuma di Kota Tangerang saja, namun juga terjadi di Jakarta, kabupaten Tangerang dan wilayah lainya.

"Maka kita evalusi dari waktu ke waktu terus menerus kapasitas rumah sakit semakin penuh, itu terjadi karena banyak masyarakat yang terpapar dari kluster keluarga. Angka yang terpapar Covid-19 mencapai 45 persen dari anggota keluarganya di rumah," ungkapnya kepada Suara.com, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga: Jam Buka Restoran dan Kafe di Depok Masih Dibatasi Sampai 12 Januari

Untuk menghindari lonjakan terus terjadi, Arief menambah Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) untuk isolasi agar tidak memaparkan ke yang lain. Kata Arief, saat ini Pemkot Tangerang memiliki RIT dengan total 375 tempat tidur.

"Jumlah tersebut terdiri dari Pakons Prime Hotel 113 tempat tidur, Puskesmas Jurumudi Baru 70 tempat tidur, Puskesmas Gebang Raya 28 tempat tidur, Puskesmas Panunggangan Barat 44 tempat tidur, RPS (Rumah Perlindungan Sosial-red) 38 tempat tidur dan Hotel Siti 82 tempat tidur," urai Walikota Tangerang dua periode itu.

Kata Arief, dalam waktu 2-3 pekan ia akan mengevaluasi kembali trand penyebarannya seperti apa.

"Kalau kita lihat libur panjangnya akhir Oktober lalu, tapi hingga akhir Desember enggak turun-turun," ujarnya.

Meski memiliki fasilitas RIT tambahan, Arief berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar jumlah masyarakat terpapar tidak terus bertambah.
"Terapkan 4M, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan menghindari kerumunan," imbaunya.

Baca Juga: Mirip Eks Mensos, Kades di Mura Ini Tilep Bantuan Covid 19 Rp 184 Juta

Kontributor : Hairul Alwan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait