SuaraBanten.id - Warga di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak digegerkan dengan adanya penemuan potongan tangan manusia, Senin (7/12/2020) lalu.
Potongan tubuh manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang tengah berada di sungai Cimadur, yang segera melaporkan hal itu ke warga setempat.
Belakangan, Satreskrim Polres Lebak berhasil menemukan titik terang mengenai identitas pemilik dari potongan tangan manusia tersebut.
Menurut Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma, potongan tangan manusia itu bukan korban pembunuhan. Ia menduga kuat, potongan tubuh itu bersal dari salah satu dari enam korban longsor di Kecamatan Cibeber.
Baca Juga:Nekat Melintas, Avanza Terjebak di Tengah Longsor Jalur Simaka Sumbar
“Dari hasil pemeriksaan sidik jari, ditemukan 70 persen identitasnya. Setelah kita kroscek itu ternyata alamatnya ada di (Kecamatan) Cibeber, Lebak,”kata David kepada BantenHits, Sabtu (12/12/2020).
“Kebetulan pada malam itu ada kejadian longsor (Cibeber) yang mengakibatkan korban enam orang meninggal. Yang baru ditemukan itu tiga orang, dan tiganya masih dalam pencarian. Nah salah satunya (potongan) tangan ini identitasnya sama dengan salah satu korban longsor tersebut,” tambahnya.
Ia menduga, potongan tubuh tersebut terbawa arus longsor hingga berada di sungai Cimadur.
“Mungkin terbawa arus longsor yang mengakibatkan badan hancur,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil penelusuran pihak Kepolisian, terduga pemilik potongan lengan tersebut merujuk pada salah satu korban longsor di Kecamatan Cibeber yang masih hilang berjenis kelamin laki-laki atas nama Mahmudin (37).
Baca Juga:Potongan Tubuh Korban Mutilasi Manusia Silver Ditemukan di Pinggir Kali
Meski demikian, David menuturkan, guna memastikan kebenaran dari identitas pemilik lengan tersebut polisi akan tetap melakukan uji sampel lainnya dengan memanggil pihak keluarga korban agar bisa mencocokkan DNA potongan lengan.
“Nanti kita panggil pihak keluarga korban. Kita tidak semerta-merta karena sidik jari saja, tapi tetap kita akan lakukan uji sampel lainnya. Yang jelas itu bukan kasus pembunuhan,” pungkasnya.