alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Tangerang Siapkan Anggaran Vaksin Covid-19 Rp 20 Miliar

Rizki Nurmansyah Senin, 30 November 2020 | 18:48 WIB

Pemkot Tangerang Siapkan Anggaran Vaksin Covid-19 Rp 20 Miliar
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah usai menghadiri Paripurna Pengambilan Keputusan APBD 2021, Senin (30/11/2020). [Suara.com/Hairul Alwan]

Sebanyak 1,17 juta warga Kota Tangerang rencananya akan mendapatkan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat.

SuaraBanten.id - Pemkot Tangerang mulai mempersiapakan anggaran untuk mengcover vaksin Covid-19 gratis bagi warganya. Tak tanggung-tanggung anggaran yang disiapkan mencapai Rp 20 miliar.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, pada porsi APBD 2021 pihaknya telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk penyediaan vaksin Covid-19 gratis bagi warganya.

"Kita persiapkan anggarannya Rp 20 miliar, tapi kita enggak tahu harganya berapa (vaksin)," ungkapnya usai menghadiri Paripurna Pengambilan Keputusan APBD 2021, Senin (30/11/2020).

Meski menganggarkan anggaran vaksin, Arief menjelaskan penganggaran tersebut sifatnya sebagai cadangan.

Baca Juga: Andai Sudah Ada, Bolehkah Gunakan Lebih dari Satu Jenis Vaksin Covid-19?

"Kalau nanti di-cover APBN berarti anggarannya enggak perlu, kita juga bisa manfaatkan dana BTT (biaya tak terduga)," kata Wali Kota Tangerang dua periode ini.

Lebih lanjut, Arief mengaku tidak tahu perihal vaksin gratis yang nantinya diberikan di-cover Pemkot Tangerang atau Pemerintah Pusat.

"Saya enggak tahu, karena kebijakan dari pemerintah pusat. Karena kita dapat dari pemerintah pusat, cuma disampaikan bareng jadwalnya. Sekarang dibentuk tim saja dulu di tingkat kota/kabupaten," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, sebanyak 1,17 juta warga Kota Tangerang rencananya akan mendapatkan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat.

Untuk tahap pertama bakal disalurkan sekira 3.000 vaksin.

Baca Juga: Ahli: Orang Obesitas Harus Jadi Prioritas untuk Vaksin Covid-19

"Jatahnya itu sasarannya tenaga kesehatan, TNI, POLRI, Satpol PP. Peruntukannya bagi warga yang usianya itu 18 sampai 58 tahun," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait