alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Lurah, Giliran Kapolsek Tanah Abang dan Wakapolsek Terpapar Corona

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir Minggu, 22 November 2020 | 19:39 WIB

Setelah Lurah, Giliran Kapolsek Tanah Abang dan Wakapolsek Terpapar Corona
KapKapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meninjau kegiatan rapid test massal di SDN 01-03, Petamburan Tanah Abang.

"Mudah-mudahan kami doakan ketiga beliau ini yang bertugas melakukan kegiatan kemasyarakatan bisa segera dipulihkan kesehatannya..."

SuaraBanten.id - Penularan virus Corona (Covid-19) diduga imbas dari gelaran acara pernikahan putri Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020) terus bertambah.

Setelah Lurah Petamburan Setiyanto, kini giliran Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan dan Wakilnya, Kompol Sri WahyudiTanah Abang yang dinyatakan terpapar Corona.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meninjau kegiatan rapid test massal di SDN 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020).

Fadil menduga ketiganya diduga terpapar Corona akibat klaster Petamburan.

"Mudah-mudahan kami doakan ketiga beliau ini yang bertugas melakukan kegiatan kemasyarakatan bisa segera dipulihkan kesehatannya, normal kembali hingga bisa melayani masyarakat," kata Fadil.

Fadil kemudian menjabarkan, berdasar data Gugus Tugas Covid-19 ada tiga klaster baru penyebaran pandemi Covid-19. Ketiga klaster tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Tebet, dan Petamburan.

Klaster Bandara Soekarno-Hatta muncul pasca adanya simpatisan Rizieq yang berkerumun saat menjemput kepulangannya dari Arab Saudi pada Selasa (10/11). Sedangkan klaster Tebet, muncul akibat kerumunan massa yang berkumpul di acara Maulid Nabi SAW yang dihadir Rizieq pada Jumat (13/11). Sementara, klaster Petamburan dipicu akibat kerumunan massa di acara pernikahan putri Rizieq, pada Minggu (15/11).

Menyikapi adanya tiga klaster baru itu, Fadil menyampaikan bahwa kekinian pihaknya pun tengah melakukan kegiatan rapid test massal. Hal itu dilakukan dengan upaya testing, tracing dan treatment atau 3 T.

"Kami memastikan bahwa masyarakat yang terkonfirmasi positif bisa dilakukan tracing kontak erat untuk memutus mata rantai dan juga memastikan mereka bisa segera mendapatkan perawatan yang memadai," ujarnya.

Berkenaan dengan itu, Fadil pun menyinggung pentingnya penerapan protokoler kesehatan. Dia berharap, timbulnya klaster baru akibat serangkaian acara tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih patuh dan taat terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait