Sanggup menampung hingga 3000 wisatawan, di lokasi ini tidak hanya ada wisata khas Nusantara tapi juga wisata "kota mini" ala film koboy hingga negara-negara eropa.
Dengan situasi pandemi, pihak pengelola juga turut mengedepankan 3M serta pembatasan jumlah pengunjung harian.
Meski tidak buka hingga malam, bagi anda yang ingin menikmati suasana malam di objek wisata MBS tetap bisa menginap di tempat penginapan berkonsep rumah adat baduy dan papua yang disewakan oleh pihak pengelola.
"Kita menyediakan penginapan. Harga variatif karena tergantung konsep yang dipilih, ada rumah adat baduy, kemudian lumbung, rumah adat papua hingga penginapan bambu. Ratenya Rp 500ribu sampai Rp 750ribu per malam. Standar keluarga, untuk 4 orang," terangnya.
Baca Juga:Ribuan Orang Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Covid-19 di Gunungkidul Meroket
Walikota Serang, Syafrudin turut memberikan apresiasi atas pembukaan objek wisata satu-satunya di Kota Serang yang memiliki konsep alam dan kebudayaan tersebut. Ia berharap, MBS turut berkontribusi dalam peningkatan PAD di Kota Serang.
"Atas nama Pemkot Serang saya mengapresiasi keberadaan taman ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, dan dapat turut meningkatkan PAD Kota Serang," ungkapnya.
Kontributor : Sofyan Hadi