Cerita Relawan Dampingi Anak Penderita Kanker di Tengah Wabah Virus Corona

Asep mengatakan, di tengah ancaman Virus Corona dan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, pihaknya berupaya memberikan alat pelindung diri kepada pasien dampingannya.

Chandra Iswinarno
Rabu, 08 April 2020 | 17:22 WIB
Cerita Relawan Dampingi Anak Penderita Kanker di Tengah Wabah Virus Corona
Relawan sosial Yayasan Amaryllis Kirana yang mendampingi pasien penderita kanker. [Dok. Yayasan Amaryllis Kirana]

SuaraBanten.id - Relawan sosial Yayasan Amaryllis Kirana yang mendampingi pasien kanker harus bekerja ekstra di tengah wabah virus Corona. Lantaran, pasien dampingan mereka yang mayoritas anak-anak dan memiliki riwayat penyakit akut, rentan terpapar Virus Corona atau COVID-19.

Bahkan yang paling mengkhawatirkan, rumah sakit yang biasa menjadi tempat mereka berobat, yakni RSUD Kabupaten Tangerang termasuk rujukan pasien COVID-19 di Banten.

Ketua Yayasan Amaryllis Kirana Asep Ruswiadi mengungkapkan kekhawatirannya di tengah Wabah Virus Corona yang telah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Dia mengaku khawatir dengan pasien dampingannya yang kini menjalani perobatan. Dalam sebulan ini, Asep mengemukakan harus bekerja keras supaya anak-anak tidak terpapar virus tersebut.

"Anak anak kanker dengan imun yang rendah rentan dengan virus termasuk virus COVID 19. Hampir satu bulan lebih kita ekstra dengan proses pengobatannya agar tidak terpapar virus Corona," kata Asep saat dikonfirmasi suara.com, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga:Cegah Virus Corona, Petugas Perketat Pintu Masuk Rusun Marunda

Untuk diketahui, yayasan sosial tersebut fokus mendampingi penyandang penyakit kanker darah, anemia aplastik, Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) dan penyakit lainnya. Pasien yang didampingi yayasan tersebut, sebagian besar merupakan keluarga tidak mampu yang berasal dari berbagai daerah di Banten.

Berdasarkan data yayasan ada sekitar 326 anak yang mereka dampingi dengan berbagai riwayat penyakit yang tengah menjalani pengobatan.

Lebih lanjut, Asep mengatakan, di tengah ancaman Virus Corona dan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, pihaknya berupaya memberikan alat pelindung diri kepada pasien dampingan mereka sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

Sebab, diakuinya sejauh ini belum ada keterlibatan pemerintah daerah atas aksi sosial yang mereka lakukan.

"Jujur selama ini kita ini bergerak sendiri dalam hal kebutuhan anak-anak untuk sembuh. Dalam menghadapi persoalan hari ini merebaknya Covid-19 kita terus memberikan apa yang mereka butuhkan seperti masker dan hand sanitizer. Supaya kondisi anak tidak terpapar oleh virus Corona. Di rumah singgah kita memberlakukan kebijakan apa yang pemerintah atur," katanya.

Baca Juga:Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Corona di Jakarta

Asep mengatakan, pasien yang memiliki jarak tempuh dekat seperti di daerah Tangerang mereka bisa dampingi untuk menjalankan kemoterapi atau berobat jalan. Tetapi bagi pasien yang berasal dari daerah luar Tangerang, diharuskan menetap di rumah singgah penderita kanker dan penderita Helofilia yang terletak di Jalan Raya Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukaasih, Kota Tangerang.

"Tapi untuk daerah Serang, Pandeglang dan Lebak mereka menetap di rumah singgah. Ada anak dari Panimbang (Pandeglang) yang masih dalam perawatan, hingga saat ini sudah hampir satu bulan tinggal di rumah singgah. Tergantung fisik anaknya sendiri apalagi kondisi sekarang apalagi transportasi untuk Serang, Pandeglang agak susah juga di tambah lagi kita memiliki keterbatasan mobil ambulance juga,"ujarnya.

Meski begitu, di tengah kekhawatiran wabah Covid-19, pihak yayasan bersyukur dengan proses pendampingan mereka yang berjalan normal, karena pihak rumah sakit juga tidak mengurangi jam pelayanan.

Sehingga para pasien bisa berobat dengan normal seperti biasanya, termasuk kebutuhan masker hand sanitizer dan juga sembako untuk kebutuhan para pasien selama di rumah singgah.

"Seperti masker saja kalau orang-orang kesulitan mencari masker, kita Alhamdulillah ada temen-temen donatur yang mengirimkan dan hand sanitizer dan sembako yang mudah-mudahan cukup untuk tiga bulan kedepan aman," katanya.

Kontributor : Saepulloh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak