Diduga Menghirup Asap Pabrik, 14 Santriwati di Tangerang Keracunan

Sebagian santriwati yang diduga keracunan itu masih mendapatkan perawatan medis.

Chandra Iswinarno
Kamis, 29 Agustus 2019 | 20:37 WIB
Diduga Menghirup Asap Pabrik, 14 Santriwati di Tangerang Keracunan
Santriwati di Kabupaten Tangerang mendapat perawatan di puskesmas terdekat, setelah mengalami mual dan pusing karena menghirup asap pabrik. [Suara.com/M Iqbal]

SuaraBanten.id - Sebanyak 16 Santriwati SMP Islam Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang diduga keracunan limbah yang dikeluarkan oleh pabrik pengolahan limbah plastik.

Wakapolres Tangerang AKBP Komarudin mengemukakan peristiwa tersebut terjadi sejak Rabu (28/8/2019) malam hari.

"Terindikasi dan infonya keracunan dan pencemaran udara. Semalam ada delapan orang dan tadi ada enam orang," katanya kepada wartawan Kamis (29/8/2019).

Saat ini, katanya, sebagian santriwati yang diduga keracunan itu masih mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga:Menang Lomba 17 Agustus di Sekolah, Puluhan Siswa SMP di Bekasi Keracunan

"Mereka (santriwati) sekarang masih menjalani pengobatan di Puskesmas Pasar Kemis. Keluhannya sesak nafas," ucapnya.

Setelah mendapat keterangan tersebut, lanjut Komarudin, petugas langsung menuju ke lokasi.

"Petugas ke TKP mencari informasi. Dan menurut keterangan ustaz dari santriwati, itu memang pencemaran itu berawal dari bau yang menyengat yang tersebar," ucapnya.

"TKP-nya di pondok. Jadi mereka setelah mencium itu merasa pusing dan mual, dan kemudian dilarikan ke puskesmas," ucapnya.

Dia mengaku, lokasi dari pondok ke pabrik yang diduga melakukan pencemaran udara itu berjarak sekitar satu kilometer. Namun begitu, banyak juga terdapat permukiman warga.

Baca Juga:Dengar Dongeng, Puluhan Siswa SD di Kebayoran Baru Keracunan Lemper

"Dekat dengan jarak banyak rumah penduduk. Kita sekarang masih menunggu diagnosa dokter. Kita masih menunggu dari LH," ujarnya.

Meski begitu, Komarudin belum dapat memberi keterangan pasti ihwal penyebab kejadian itu. Pasalnya petugas hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami masih dalami dan melibatkan dari LH kalau benar berdasarkan dari uap harusnya banyak yang menjadi korban. Karena banyak pemukiman penduduk. Ada dua pengolahan pabrik plastik," ujarnya.

"LH sedang menyikapi dan apakah dari air maupun dari udara. Kalau memang ditemukan pelanggarannya makan ada upaya pemberian upaya hukum," katanya.

Kontributor : Muhammad Iqbal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak