Minim Anggaran, Dinsos Kota Serang Kesulitan Tangani Permasalahan Sosial

Ketiadaan fasilitas panti rehabilitasi untuk anjal dan PMKS membuat penanganan anjal dengan cara ditertibkan tidak berjalan efektif.

Chandra Iswinarno
Kamis, 25 Juli 2019 | 16:59 WIB
Minim Anggaran, Dinsos Kota Serang Kesulitan Tangani Permasalahan Sosial
Seorang anak terlelap di gerobak di satu ruas jalan Kota Serang. [Bantennews]

SuaraBanten.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Provinsi Banten mengaku kesulitan menangani permasalahan sosial masyarakat yang belum tertangani maksimal hingga saat ini. Persoalan minimnya anggaran menjadi penyebab dinsos tak mampu menangangi persoalan sosial kemasyarakatan.

Kepala Dinsos Kota Serang Mochammad Poppy Nopriadi mengemukakan salah satu yang dihadapi saat ini adalah persoalan anak jalanan (anjal) di Kota Serang belum dapat diselesaikan.

Ia menggemukakan pihaknya tidak bisa melakukan tindakan rehabilitasi dan pencegahan terhadap anjal, bahkan pemkot tidak memiliki panti rehabilitasi. Padahal dalam catatan dinsos setempat, jumlah anjal yang ada di Kota Serang dikisaran 141 orang.

"Minim, anggaran kami itu sangat minim. Bahkan untuk melaksanakan pelatihan untuk anjal saja kami belum bisa. Makanya itu (pelatihan keterampilan) diambil alih oleh pihak Provinsi," ujarnya seperti diberitakan Bantennews.co.id - jaringan Suara.com pada Kamis(25/7/2019).

Baca Juga:Triwulan Pertama 2017, Dinsos DKI Tangkap 1.635 PMKS

Diakuinya permasalahan yang dihadapi dinsos, sangat kompleks. Lantaran, pihaknya harus berurusan dengan sebanyak 26 unsur penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Kami ini sangat kompleks ya, harus berhadapan dengan banyak PMKS, seperti anjal, disabilitas, pengemis, dan masih banyak lagi," ucap Poppy.

Selain itu, ketiadaan fasilitas panti rehabilitasi untuk anjal dan PMKS  membuat  penanganan anjal dengan cara ditertibkan tidak berjalan efektif.

"Kami masih belum punya fasilitas panti rehabilitasi. Mayoritas, panti yang ada di Kota Serang ini milik swasta. Kalaupun ada, itu hanya dua milik Provinsi. Dan itu kan terbatas. Kalau penanganan anjal hanya sebatas ditertibkan, mau ditaruh di mana mereka?," ujarnya.

Lantaran itu, ia mengaku dalam menangani permasalahan anjal dan PMKS dibutuhkan keterlibatan dari seluruh pihak.

Baca Juga:Kurang Perhatian, Anjal Berisiko Kena Penyakit Menular Seksual

"Ini menjadi warning bagi Pemerintah Kota Serang, bahwa permasalahan anjal ini harus ditangani secara terpadu, dan fasilitasnya harus juga memadai," ucapnya.

Menanggapi itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan kendala anggaran dan fasilitas bisa diselesaikan dengan melakukan pengajuan tambahan anggaran.

"Memang Dinsos itu belum punya rumah singgah, dan mungkin anggarannya kurang. Itu semua tergantung usulan dari dinas terkait," ujarnya.

Syafrudin menegaskan, siap untuk merealisasikan usulan dinsos jika memang harus ditambah.

"Asalkan argumennya kuat, dan masuk akal. Kami pasti dapat bantu untuk usulan penambahan tersebut," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini