- Ratusan petani di Kabupaten Lebak, Banten, beralih profesi karena lahan sawah mereka mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
- Mereka bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, pengemudi ojek, hingga penambang pasir di dalam maupun luar daerah.
- Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memastikan para petani tersebut akan kembali bertani setelah musim hujan tiba.
SuaraBanten.id - Ratusan petani di Kabupaten Lebak, Banten, sejak sebulan terakhir ini beralih profesi akibat kemarau panjang yang menyebabkan terjadi kekeringan di lahan pertanian padi sawah.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, mengatakan sekitar 250 petani di sini beralih profesi karena lahan pertanian padi sawah mengalami kekeringan usai panen.
Mereka, menurut Ruhiana, beralih profesi sebagai pedagang keliling, pedagang eceran di Pasar Rangkasbitung dan Pasar Semi Narimbang.
Selain itu, lanjutnya, ada yang menjadi buruh bangunan, buruh panggul di Tanjung Priok Jakarta dan mengojek motor hingga penambang pasir.
Para petani yang beralih profesi tersebut, kata Ruhiana, ada yang bekerja keluar daerah, seperti Serang, Cilegon, Merak, Tangerang dan Jakarta.
Sedangkan petani yang memiliki cadangan pangan menghabiskan waktunya di rumah sambil memperbaiki peralatan pertanian, lanjutnya.
"Kehidupan petani sudah biasa jika kemarau panjang dipastikan beralih profesi untuk memenuhi ekonomi keluarga," katanya, Sabtu 5 September 2026.
Ketua Kelompok Tani Blok Central Rangkasbitung Kabupaten Lebak Udin mengatakan petani di wilayahnya, sekitar 150 orang tidak bisa menggarap lahan pertanian akibat kekeringan, terdampak fenomena El Nino.
Karena itu, ia mengatakan kebanyakan petani di sini beralih profesi sebagai buruh bangunan proyek pembangunan di Jakarta.
Baca Juga: Satu Kasus Berhasil Diungkap, Polisi Masih Buru Pelaku Curanmor Viral di Lebak
"Kami bersama petani lainnya bekerja buruh bangunan di Jakarta dan setiap pekan pulang membawa uang untuk keluarga," katanya menjelaskan.
Abdulraup, seorang petani Warunggunung di Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini sudah tiga pekan berjualan bakso cuanki di Rangkasbitung akibat kekeringan sehingga tidak bisa melakukan gerakan tanam.
"Kami bersama 30 petani terpaksa berjualan bakso cuanki dengan pendapatan sistem komisi," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan, diperkirakan petani di berbagai kecamatan di daerah itu beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehubungan kemarau yang mengakibatkan kekeringan.
"Kami memastikan setelah memasuki musim hujan, mereka kembali menggeluti usaha pertanian pangan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel