- Spanduk provokatif bertuliskan penolakan terhadap Joko Widodo ditemukan di Kabupaten Lebak pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Ketua DPD PSI Lebak menyatakan kemunculan atribut tersebut merupakan upaya pihak tidak dikenal untuk mencari popularitas politik semata.
- Aparat berwenang langsung membersihkan spanduk tersebut guna menjaga keamanan wilayah menjelang agenda kunjungan Presiden ke-7 RI.
SuaraBanten.id - Menjelang agenda kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke wilayah Provinsi Banten, suasana di Kabupaten Lebak mendadak memanas. Warga dikagetkan dengan kemunculan atribut bernada provokasi yang terpasang di ruang publik.
Peristiwa ini memancing beragam reaksi, mulai dari keresahan warga hingga tanggapan dari elit politik daerah.
Berikut adalah 6 fakta krusial terkait kemunculan spanduk "Tangkap Jokowi" di Lebak:
1. Ditemukan di Jantung Kelurahan Cijoro Pasir
Spanduk tersebut ditemukan membentang di kawasan Kampung Papanggo, Kelurahan Cijoro Pasir, Kabupaten Lebak pada Rabu (29/7/2026) pagi. Lokasi ini merupakan salah satu titik aktivitas warga yang cukup padat, sehingga keberadaan spanduk tersebut langsung menyita perhatian publik.
2. Pesan Penolakan dan Tuntutan Hukum
Narasi yang tertulis dalam spanduk tersebut tergolong sangat tajam dan berani. Pesan tersebut berbunyi: “Banten menolak safari politik Jokowi, saatnya rakyat bersatu penegak hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi.” Tulisan ini menyasar aktivitas politik yang dilakukan Jokowi pascapurna tugas sebagai Presiden.
3. Dipasang Secara "Senyap" pada Malam Hari
Hingga saat ini, identitas pemasang spanduk masih menjadi misteri. Berdasarkan keterangan saksi mata, Dede, warga setempat mengaku bahwa spanduk tersebut belum ada pada hari sebelumnya. Diduga kuat, pelaku melakukan aksinya pada tengah malam atau dini hari saat warga sedang beristirahat guna menghindari pantauan otoritas.
Baca Juga: Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
4. Muncul Jelang Agenda Kunjungan ke Banten
Aksi ini ditengarai bukan sebuah kebetulan. Kemunculan spanduk bertepatan dengan rencana kedatangan Joko Widodo ke wilayah Banten dalam rangka agenda silaturahmi atau safari politik. Hal ini menunjukkan adanya upaya terorganisir dari pihak tertentu untuk menggiring opini penolakan di tanah jawara.
5. Reaksi Keras PSI Lebak: "Hanya Numpang Viral"
Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi, memberikan komentar menohok terkait insiden ini. Ia menilai penggunaan nama Jokowi dalam spanduk tersebut merupakan cara instan pihak tertentu untuk mendapatkan panggung politik.
“Kemungkinan yang memasang itu ingin numpang viral. Kalau mau cepat terkenal, senggol saja Pak Jokowi. Beliau masih memiliki magnet politik yang sangat besar,” ujar Dita, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com.
6. Imbauan agar Masyarakat Tidak Terprovokasi
Berita Terkait
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano