- Warga Desa Mekarsari bergotong royong memperbaiki jembatan rusak penghubung Kecamatan Cihara dan Pangarangan pada Kamis, 16 Juli 2026.
- Perbaikan dilakukan melalui swadaya masyarakat akibat tidak adanya realisasi anggaran pemerintah selama lima tahun terakhir.
- Aksi ini bertujuan memulihkan akses vital warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar untuk mencegah korban jiwa.
SuaraBanten.id - Kecewa karena usulan pembangunan tak kunjung terealisasi, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, akhirnya mengambil langkah mandiri.
Secara bergotong royong, masyarakat memperbaiki jembatan rusak yang menjadi urat nadi penghubung antara Kecamatan Cihara dan Kecamatan Pangarangan, Kamis (16/7/2026).
Aksi heroik ini dilakukan dengan mengumpulkan dana secara swadaya dari iuran masyarakat setelah jembatan tersebut dibiarkan rusak parah selama kurang lebih lima tahun.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan warga berjibaku mengganti papan-papan kayu yang sudah lapuk dan keropos.
Dengan peralatan seadanya namun penuh semangat kebersamaan, warga juga memperkuat struktur fondasi jembatan menggunakan material yang dibeli dari hasil donasi komunitas dan relawan setempat.
Kepala Desa Mekarsari, Ade Suhendar, menegaskan bahwa tindakan ini terpaksa diambil karena kondisi jembatan sudah masuk kategori sangat membahayakan bagi para pengguna jalan.
“Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antara Kecamatan Cihara dengan Kecamatan Pangarangan. Kondisinya memang sudah rusak selama lima tahun terakhir. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena struktur kayu sudah tidak stabil,” ujar Ade Suhendar dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Kamis (16/7/2026).
Bagi warga setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalur ini merupakan satu-satunya akses tercepat bagi anak-anak untuk menuju sekolah, warga yang hendak ke fasilitas kesehatan, hingga mobilisasi hasil pertanian ke pusat pasar di Pangarangan.
Kekhawatiran akan munculnya korban jiwa menjadi pelecut utama warga untuk berhenti menunggu bantuan pemerintah dan bergerak sendiri.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
“Makanya warga memilih bertindak secara swadaya. Kalau terus dibiarkan, kami sangat khawatir akan memakan korban jiwa, terutama saat musim penghujan di mana jalur menjadi licin,” tegas Ade.
Ade mengaku pihaknya tidak tinggal diam secara administratif. Pemerintah Desa Mekarsari tercatat sudah berulang kali melayangkan proposal permohonan bantuan perbaikan, baik kepada Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten.
Namun, hingga pertengahan 2026 ini, belum ada jawaban konkret maupun realisasi anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.
“Kami sudah berusaha maksimal mengajukan bantuan ke kabupaten dan provinsi, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Karena itu, atas panggilan hati, warga berinisiatif memperbaikinya secara swadaya agar aktivitas tidak lumpuh total,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak