- DLH Kota Tangerang memperkuat mitigasi kebakaran di TPA Rawa Kucing agar api dapat ditangani dalam waktu sepuluh menit.
- Pemerintah menyediakan toren air, meningkatkan pengawasan, serta melatih petugas dan warga untuk melakukan penanggulangan kebakaran secara rutin.
- Pemkot Tangerang melakukan modernisasi pengelolaan sampah melalui pembangunan RDF Hub dan optimalisasi fasilitas pengolahan limbah yang ramah lingkungan.
SuaraBanten.id - DLH Kota Tangerang, Banten akan melakukan strategi di area landfill TPA Rawa Kucing, tujuannya adalah agar ketiha hal yang tidak diinginkan seperti kemunculan api bisa ditangani petugas kurang dari 10 menit.
Saat ini DLH Kota Tangerang telah menyiapkan lima toren air dengan kapasitas masing-masing 10.000 liter di sejumlah titik strategis.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan para petugas Tim Respon Cepat (TRC) telah diberikan pelatihan penanggulangan kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Bahkan pemulung di area sekitar pun diberikan pelatihan guna melakukan pengawasan bersama.
"Ini adalah upaya memperkuat mitigasi di TPA Rawa Kucing dalam cegah kebakaran berulang seperti tahun 2023, dengan penguatan pengawasan oleh petugas TRC untuk mempercepat penanganan apabila muncul titik api," kata Wawan, dilansir dari Antara.
Ia mengatakan berbagai langkah pencegahan telah diterapkan secara rutin, mulai dari penutupan timbunan sampah menggunakan tanah merah (cover soil), penyiraman area landfill, pembersihan gulma kering, hingga pengawasan selama 24 jam oleh petugas di TPA Rawa Kucing.
"Pasca-kejadian 2023, kami melakukan berbagai evaluasi dan menyusun langkah antisipasi. Terlebih setelah adanya peringatan potensi cuaca ekstrem, seluruh upaya pencegahan kami perkuat agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin," ungkap Wawan.
Tidak hanya berfokus pada mitigasi kebakaran, Pemkot Tangerang juga terus melakukan transformasi pengelolaan sampah melalui revitalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), optimalisasi pengelolaan gas metana, serta pembangunan RDF Hub yang akan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan dan mendukung target zero waste di Kota Tangerang.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengurangi risiko kebakaran dengan memilah sampah sejak dari rumah, memanfaatkan bank sampah, serta mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.
Baca Juga: Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
"Kalau pemerintah dan masyarakat berkolaborasi, sampah bukan lagi menjadi masalah, tetapi bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat," ujarnya.
Berita Terkait
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel