- Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten saat ini berstatus level III atau siaga akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
- BPBD Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat dan nelayan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari gunung tersebut.
- Warga pesisir tetap tenang menjalankan kegiatan sehari-hari meskipun pihak berwenang terus mengingatkan untuk tetap waspada terhadap erupsi.
SuaraBanten.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga saat ini masih menunjukkan level III atau siaga. Hal itu menjadi sorotan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
BPBD Kabupaten Pandeglang mengingatkan kepada warga agar waspada pada peningkatan erupsi gunung Anak Krakatau.
"Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang Acep Firmansyah, dilansir dari Antara, Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan pemantauan, situasi pesisir pantai Pandeglang relatif aman, sedangkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya peningkatan erupsi GAK.
Masyarakat tetap melaksanakan kegiatan, seperti jual beli di pasar, sedangkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit di daerah itu tetap normal.
Namun, pihaknya minta masyarakat pesisir Pandeglang agar tenang namun tetap waspada terkait dengan peningkatan aktivitas erupsi GAK.
Aktivitas vulkanik GAK hingga saat ini berstatus Level III atau Siaga, sedangkan sebelumnya Level II atau Waspada.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung," katanya.
Sejumlah pedagang di Labuan Pandeglang mengaku bersama pedagang lainnya tetap melaksanakan aktivitas secara normal karena sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Level Siaga, KSOP Minta Pelaku Pelayaran Waspada
"Kami tetap tenang, namun tetap waspada, serta jangan sampai terulang kembali tsunami 2018 hingga ratusan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi," kata Suherman, warga Labuan Pandeglang.
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Level Siaga, KSOP Minta Pelaku Pelayaran Waspada
-
Baru Selesai Mandi Jelang Dijenguk Keluarga, Tahanan Asal Lampung di Polres Serang Tewas Mendadak
-
Viral Akun TikTok Unggah Foto Tak Senonoh Mirip ASN RSUD Berkah Pandeglang
-
Bara Api Mengubur di Dalam Sampah, BNPB Paksa Satgas Damkar Lembur Hingga Jam 10 Malam
-
Waspada Polisi Gadungan! Kapolres Tangerang Ingatkan Warga Berhak Minta Surat Tugas
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel