Andi Ahmad S
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:34 WIB
Foto udara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • BNPB memperpanjang jam operasional satgas darat hingga pukul 22.00 untuk memadamkan kebakaran lahan TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
  • Tim gabungan menggunakan metode injeksi bawah permukaan serta pengeboman air untuk memadamkan bara api di dalam tumpukan sampah.
  • Operasi pemadaman didukung ketersediaan embung air di dekat lokasi serta penggunaan alat berat untuk mengurai material sampah.

SuaraBanten.id - Kebakaran di lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten masih belum terjinakkan.

Kali ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan operasi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin dengan memperpanjang waktu kerja satuan tugas (satgas) darat hingga pukul 22.00 WIB.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan, upaya pemadaman kebakaran lahan TPA itu membutuhkan penanganan khusus karena karakteristik materialnya menyerupai lahan gambut yang membara di dalam tumpukan sampah.

"Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah," kata dia.

Djohan memaparkan, metode injeksi bawah permukaan tersebut dikombinasikan dengan penyemprotan di atas permukaan oleh satgas darat, sementara satgas udara melakukan pengeboman air (water bombing) guna mematikan kobaran api secara menyeluruh.

Kelancaran pasokan air untuk kebutuhan pemadaman darat maupun udara sangat terbantu berkat tersedianya fasilitas danau atau embung penampungan yang terletak di dekat lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin.

Keberadaan sumber air tersebut mempermudah helikopter pengebom air dalam melakukan pengisian ember (bucket) berukuran besar, sekaligus mempercepat distribusi pasokan air ke selang-selang pemadam di lapangan.

Dalam operasi taktis ini, penanganan area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi secara ketat menjadi tiga sektor operasional utama, yaitu sektor utara, tengah, dan selatan demi memudahkan koordinasi personel.

Kekuatan personel gabungan di lapangan diperkuat oleh unsur BPBD se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta jajaran relawan kebencanaan.

Baca Juga: Waspada Polisi Gadungan! Kapolres Tangerang Ingatkan Warga Berhak Minta Surat Tugas

Tim gabungan tersebut didukung penuh oleh armada peralatan berat di darat yang meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, serta delapan unit buldozer untuk mengurai material penimbun bara sampah.

"Peristiwa kebakaran lahan pembuangan akhir sampah Jatiwaringin hendaknya menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026," ungkap Abdul.

Load More