- Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, menyatakan angka pengangguran di Kabupaten Serang masih tinggi meski trennya sempat menurun.
- Pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan enam ribu hektare lahan hutan sosial guna menciptakan lapangan kerja baru bagi para petani.
- Pemkab Serang memperkuat program pelatihan vokasi dan keselarasan industri agar tenaga kerja memenuhi kualifikasi pasar domestik maupun internasional.
SuaraBanten.id - Tantangan besar di sektor ketenagakerjaan masih membayangi Kabupaten Serang, Banten. Meskipun ada sedikit penurunan, angka pengangguran terbuka di wilayah ini masih tergolong tinggi.
Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, secara terbuka mengakui kondisi tersebut dan menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan setengah hati.
Menurutnya, solusi harus langsung menyasar sektor produktif untuk menciptakan lapangan kerja baru dan secara signifikan mengurangi angka pengangguran.
M. Najib Hamas menjelaskan bahwa dalam setahun terakhir, angka pengangguran di Kabupaten Serang memang menunjukkan tren penurunan.
"Pengangguran kita memang turun, dari sekitar 7,9 persen berkurang beberapa poin. Tapi secara persentase masih besar,” ujar Najib, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebut, posisi Kabupaten Serang kini bergeser dari peringkat pertama ke kedua tertinggi di Banten. Meski ada penurunan, jumlah pengangguran tetap signifikan sehingga membutuhkan langkah konkret dan terukur.
Najib menekankan, pentingnya mendorong keterlibatan usia produktif dalam aktivitas ekonomi. Ia meminta dinas terkait memperluas program yang langsung menyerap tenaga kerja.
Selama ini, Pemkab Serang menjalankan program padat karya dan job fair melalui Dinas Tenaga Kerja. Namun, ia mengakui hasilnya belum signifikan.
“Padat karya dan job fair sudah berjalan, tapi belum cukup kuat menekan angka pengangguran,” ucap Najib.
Baca Juga: BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
Pemkab Serang kini membuka jalur baru melalui pemanfaatan hutan sosial. Najib menyebut, potensi lahan mencapai hampir 6.000 hektare yang tersebar di Cinangka, Mancak, Padarincang, Ciomas hingga Bojonegara.
Pemda akan memetakan lahan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten serta Dinas Pertanian. Program ini menargetkan petani di wilayah pinggiran hutan agar bisa menggarap lahan secara legal dan produktif.
“Kita siapkan masyarakat petani untuk menggarap hutan sosial sesuai aturan kementerian. Ini peluang besar untuk serap tenaga kerja,” katanya.
Pemkab juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Pabuaran untuk melatih petani. Program ini mendapat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Najib mendorong diversifikasi tanaman, tidak hanya kopi tetapi juga kelapa, pisang, dan tanaman tumpang sari seperti jagung untuk mempercepat hasil ekonomi.
“Kalau kopi butuh 5–6 tahun, petani bisa tanam pisang atau jagung sebagai selingan. Ini kita dorong agar hasilnya lebih cepat,” ujarnya.
Berita Terkait
-
BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
Samudra Hindia Barat Lampung hingga Jawa Tengah Rawan Gelombang Tinggi, Cek Daftarnya!
-
Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter, BMKG Minta Warga Pesisir Selat Sunda dan Lebak Berhati-hati
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan