- Wali Kota Cilegon berencana membubarkan beberapa UPT, termasuk UPT Pajak, guna mengurangi beban anggaran belanja pegawai daerah.
- Layanan publik akan tetap berjalan dengan memindahkan lokasi pembayaran pajak ke setiap kantor kecamatan dan kelurahan setempat.
- DPRD Cilegon meminta Pemkot melakukan kajian mendalam serta menyusun regulasi tepat sebelum mengeksekusi rencana penggabungan OPD dan pembubaran UPT.
SuaraBanten.id - Dalam langkah strategis untuk mengoptimalkan anggaran daerah dan meningkatkan efisiensi birokrasi, Pemerintah Kota Cilegon berencana membubarkan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungannya.
Kebijakan ini secara tegas diambil sebagai bagian dari strategi mengurangi beban anggaran, khususnya di sektor belanja pegawai yang kerap menjadi sorotan.
Wali Kota Cilegon, Robinsar menyampaikan rencana penting ini dalam rapat di DPRD Cilegon pada Kamis (9/4/2026) kemarin.
"Kita sedang optimalisasi. Nanti ke depan banyak UPT yang kita tutup, kita bubarkan dalam rangka mengurangi cost belanja pegawai,” ujar Robinsar, dilansir dari Bantennews -jaringan Suara.com, Jumat (10/4/2026).
Salah satu UPT yang secara spesifik bakal dibubarkan dalam waktu dekat adalah UPT Pajak.
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Wali Kota Robinsar memastikan bahwa meskipun UPT ini dibubarkan, tugas dan fungsinya akan tetap berjalan.
Inovasinya adalah dengan memindahkan loket-loket pembayaran dan layanan terkait pajak ke seluruh kecamatan dan kelurahan.
"Jadi nanti kantor kas atau loketnya itu nanti bisa dipindah ke kecamatan, kelurahan untuk pembagian SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) dan pembayaran tagihannya,” ucapnya.
Selain UPT, Pemkot Cilegon juga berencana menggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setelah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pergantian nomenklatur dan sebagainya.
Baca Juga: Viral Video Pengakuan Pelajar Magang Dilecehkan di Greenotel Cilegon, Polisi Mulai Periksa Terlapor
Sementara itu, Ketua DPRD Cilegon, Rizki Khairul Ichwan meminta kepada Pemkot Cilegon agar mengkaji terlebih dahulu rencana tersebut secara mendalam.
“Nanti coba kita panggil lah BKPSDM, sejauh mana tuh beban belanja kita, walaupun kita tahu beban belanja pegawai kita lebih dari 30 persen,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan sebelum membubarkan sejumlah UPT dan menggabungkan beberapa OPD agar menyiapkan dasar aturannya dan juga tetap memperhatikan dampak setelahnya.
“Yang paling penting adalah regulasinya tepat atau enggak. Jangan sampai dileburkan, itu juga efektivitas kerjanya bisa terganggu walaupun tujuannya untuk efektivitas, tapi harus diukur dulu,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Viral Video Pengakuan Pelajar Magang Dilecehkan di Greenotel Cilegon, Polisi Mulai Periksa Terlapor
-
Berani Bicara! Kasus Ayah Tiri di Serang Terbongkar Setelah Korban Melapor ke Ayah Kandung
-
Diserbu Pendatang Baru Pasca-Lebaran! Ini 8 Fakta Kunci Gelombang Migrasi ke Kabupaten Tangerang
-
Ratusan Warga DKI dan Jabar Serbu Domisili Baru di Kabupaten Tangerang, Apa Alasannya?
-
Viral! Guru Silat di Serang Dihajar Massa Usai Cabuli 5 Murid di Bawah Umur
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Waspada Paparan BPA Galon Guna Ulang, Pakar Ungkap Risiko Pubertas Dini pada Anak
-
Berawal Merasa Dipepet di Jalan, Pria di Pandeglang Tewas Dikeroyok Empat Bersaudara
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Tetap Keren Saat Hujan! 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Anti Basah Harga 500 Ribuan