- Seorang mahasiswa berinisial MZ diduga merekam dosen perempuan secara ilegal di toilet Kampus Untirta, Serang, pada 31 Maret 2026.
- Korban menangkap pelaku yang kedapatan menyimpan berbagai video rekaman tindakan serupa di dalam ponsel pribadinya saat kejadian berlangsung.
- Satgas PPKS Untirta sedang melakukan pendampingan psikologis serta hukum kepada korban dan menangani proses penyelidikan terhadap pelaku secara intensif.
SuaraBanten.id - Dunia kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Pakupatan, Serang, Banten tengah digegerkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual.
Seorang mahasiswa berinisial MZ diduga telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan merekam seorang dosen perempuan di sebuah toilet kampus pada Selasa (31/3/2026) lalu.
Insiden ini memicu keprihatinan serius dan menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan.
Sub Koordinator Humas dan Protokol Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pihak kampus telah menerima laporan dari korban dan langsung melakukan penanganan cepat.
"Korban sudah melapor ke Satgas PPKS dan melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun pendampingan untuk pelaporan ke kepolisian," kata Adhitya.
Ia mengaku, sampai saat ini pihaknya baru menerima laporan dari satu korban, dan masih melakukan pengembangan dikhawatirkan masih ada korban-korban lainnya.
"Untuk pelaku, saat ini semuanya sudah ditangani oleh Satgas PPKS Untirta," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Untirta Muhammad Ridham mengatakan, perbuatan pelaku diketahui langsung oleh korban saat sedang merekam dari sela-sela toilet kampus dan menangkap tangan pelaku.
Baca Juga: Babak Baru Konflik Lebak: Bupati Hasbi Sambangi Rumah Wabup Amir Hamzah, Sepakat Damai?
"Korban melihat langsung, lalu mencegat dan mengamankan pelaku," kata Ridham.
Disampaikan Ridham, saat itu pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga membuat korban berteriak yang membuat para mahasiswa lain dan sekuriti kampus berdatangan dan langsung mengamankan pelaku.
Namun, lanjut Ridham, pelaku sempat mengaku bukan mahasiswa. Hingga akhirnya di ponsel pelaku ditemukan video-video rekaman para korbannya saat tengah di toilet.
"Setelah dibuka, di dalam HP pelaku terdapat banyak dokumen dan video yang mirip dengan kejadian tersebut," ucapnya.
Atas peristiwa tersebut, dengan tegas Ridham meminta agar pihak kampus menangani kasus tersebut secara serius, transparan, tuntas dan menjamin perlindungan terhadap korban, termasuk memperbaiki fasilitas toilet kampus.
"Fasilitas itu perlu dievaluasi karena berpotensi menimbulkan celah terjadinya tindakan seperti ini. Karena kondisi fasilitas toilet di Kampus Pakupatan itu masih digunakan campuran antara laki-laki dan perempuan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Babak Baru Konflik Lebak: Bupati Hasbi Sambangi Rumah Wabup Amir Hamzah, Sepakat Damai?
-
Etika Bupati Lebak Hasbi Dinilai Meresahkan, Ulama dan Aktivis Diminta Bersatu Lakukan Pemakzulan
-
Viral Kericuhan di Rangkasbitung, Mantan Anggota DPRD: Pemimpin Jangan Saling Bermusuhan
-
Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
-
Harga BBM Batal Naik, ASN Banten Diminta WFH Hari Jumat Demi Hemat Energi
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel