Andi Ahmad S
Kamis, 02 April 2026 | 18:10 WIB
Ilustrasi Mahasiswa Untirta Tertangkap Basah Rekam Dosen Perempuan di Toilet Kampus. (pexels/Tim Mossholder)
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswa berinisial MZ diduga merekam dosen perempuan secara ilegal di toilet Kampus Untirta, Serang, pada 31 Maret 2026.
  • Korban menangkap pelaku yang kedapatan menyimpan berbagai video rekaman tindakan serupa di dalam ponsel pribadinya saat kejadian berlangsung.
  • Satgas PPKS Untirta sedang melakukan pendampingan psikologis serta hukum kepada korban dan menangani proses penyelidikan terhadap pelaku secara intensif.

SuaraBanten.id - Dunia kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Pakupatan, Serang, Banten tengah digegerkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual.

Seorang mahasiswa berinisial MZ diduga telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan merekam seorang dosen perempuan di sebuah toilet kampus pada Selasa (31/3/2026) lalu.

Insiden ini memicu keprihatinan serius dan menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan.

Sub Koordinator Humas dan Protokol Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, pihak kampus telah menerima laporan dari korban dan langsung melakukan penanganan cepat.

"Korban sudah melapor ke Satgas PPKS dan melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun pendampingan untuk pelaporan ke kepolisian," kata Adhitya.

Ia mengaku, sampai saat ini pihaknya baru menerima laporan dari satu korban, dan masih melakukan pengembangan dikhawatirkan masih ada korban-korban lainnya.

"Untuk pelaku, saat ini semuanya sudah ditangani oleh Satgas PPKS Untirta," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Untirta Muhammad Ridham mengatakan, perbuatan pelaku diketahui langsung oleh korban saat sedang merekam dari sela-sela toilet kampus dan menangkap tangan pelaku.

Baca Juga: Babak Baru Konflik Lebak: Bupati Hasbi Sambangi Rumah Wabup Amir Hamzah, Sepakat Damai?

"Korban melihat langsung, lalu mencegat dan mengamankan pelaku," kata Ridham.

Disampaikan Ridham, saat itu pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga membuat korban berteriak yang membuat para mahasiswa lain dan sekuriti kampus berdatangan dan langsung mengamankan pelaku.

Namun, lanjut Ridham, pelaku sempat mengaku bukan mahasiswa. Hingga akhirnya di ponsel pelaku ditemukan video-video rekaman para korbannya saat tengah di toilet.

"Setelah dibuka, di dalam HP pelaku terdapat banyak dokumen dan video yang mirip dengan kejadian tersebut," ucapnya.

Atas peristiwa tersebut, dengan tegas Ridham meminta agar pihak kampus menangani kasus tersebut secara serius, transparan, tuntas dan menjamin perlindungan terhadap korban, termasuk memperbaiki fasilitas toilet kampus.

"Fasilitas itu perlu dievaluasi karena berpotensi menimbulkan celah terjadinya tindakan seperti ini. Karena kondisi fasilitas toilet di Kampus Pakupatan itu masih digunakan campuran antara laki-laki dan perempuan," tuturnya.

Load More